Skip to content
Facebook-color
Created with Sketch.
Search
Home
Berita
CSR
BUMD
Kolom Pakar
Galeri Foto
E-Magazine
Redaksi
Home
Berita
CSR
BUMD
Kolom Pakar
Galeri Foto
E-Magazine
Redaksi
Search
Home
Berita
CSR
BUMD
Kolom Pakar
Galeri Foto
E-Magazine
Redaksi
Dugaan Pelecehan Seksual di Transportasi Publik Masih Tinggi
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek (Foto: Roni/BUMN TRACK)
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Angka kasus dugaan pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, kasus serupa tercatat masih terus terjadi. PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan KRL pada periode tersebut. Data itu dihimpun dari laporan resmi penumpang serta pemantauan media sosial yang dilakukan manajemen. Dilansir dari Megapolitan, tren pelaporan kasus menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialami.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Angka kasus dugaan pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, kasus serupa tercatat masih terus terjadi. PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan KRL pada periode tersebut. Data itu dihimpun dari laporan resmi penumpang serta pemantauan media sosial yang dilakukan manajemen. Dilansir dari Megapolitan, tren pelaporan kasus menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialami.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Angka kasus dugaan pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, kasus serupa tercatat masih terus terjadi. PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan KRL pada periode tersebut. Data itu dihimpun dari laporan resmi penumpang serta pemantauan media sosial yang dilakukan manajemen. Dilansir dari Megapolitan, tren pelaporan kasus menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialami.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Angka kasus dugaan pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, kasus serupa tercatat masih terus terjadi. PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan KRL pada periode tersebut. Data itu dihimpun dari laporan resmi penumpang serta pemantauan media sosial yang dilakukan manajemen. Dilansir dari Megapolitan, tren pelaporan kasus menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialami.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Roni Mawardi
April 23, 2026
E-Magazine November - Desember 2024
Dugaan Pelecehan Seksual di Transportasi Publik Masih Tinggi
Roni Mawardi
April 23, 2026
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek (Foto: Roni/BUMN TRACK)
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Angka kasus dugaan pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, kasus serupa tercatat masih terus terjadi. PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan KRL pada periode tersebut. Data itu dihimpun dari laporan resmi penumpang serta pemantauan media sosial yang dilakukan manajemen. Dilansir dari Megapolitan, tren pelaporan kasus menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialami.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Angka kasus dugaan pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, kasus serupa tercatat masih terus terjadi. PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan KRL pada periode tersebut. Data itu dihimpun dari laporan resmi penumpang serta pemantauan media sosial yang dilakukan manajemen. Dilansir dari Megapolitan, tren pelaporan kasus menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialami.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Angka kasus dugaan pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, kasus serupa tercatat masih terus terjadi. PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan KRL pada periode tersebut. Data itu dihimpun dari laporan resmi penumpang serta pemantauan media sosial yang dilakukan manajemen. Dilansir dari Megapolitan, tren pelaporan kasus menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialami.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Angka kasus dugaan pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, masih menjadi perhatian. Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, kasus serupa tercatat masih terus terjadi. PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan KRL pada periode tersebut. Data itu dihimpun dari laporan resmi penumpang serta pemantauan media sosial yang dilakukan manajemen. Dilansir dari Megapolitan, tren pelaporan kasus menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialami.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Galeri Foto
Perluas Ekosistem Syariah, Bank BSN Hadir di Abaya Pavilion
Sinergi Bank BSN dan UMSU Bangun Ekosistem Perbankan Syariah Terintegrasi di Kampus
Bank BSN Tancap Gas, Akad Massal 6.000 Rumah Subsidi Serentak di Seluruh Indonesia
Bank BSN Gelar Asset Sales Amankan Aset Non Produktif Rp500 Milyar Lebih
Rumah untuk Pahlawan, Menghargai Pengabdian
Wisata Danau Toba Terus Dikembangkan Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Setempat
Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Sinergi Bank BSN-TDA Dorong Lahirnya Wirausaha Tangguh dan Berdaya Saing Global
BCA Syariah Hadirkan Rumah Sahabat di Senayan City, Dekatkan Literasi Keuangan ke Masyarakat
Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) meluncurkan UMKM Center PERBANAS