BERITA

Erick Thohir: GovTech Kerja Keras 400 Anak Bangsa

Jakarta, BUMN TRACK – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimis Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) sebagai GovTech Indonesia.

Sebagai penyelenggara Keterpaduan Ekosistem Layanan Digital Pemerintah Indonesia, GovTech Indonesia memainkan peran vital dalam mempercepat transformasi digital di sektor pemerintahan, menciptakan layanan publik yang lebih berkualitas, terpercaya, dan efisien. Peruri yang diberikan mandat sebagai GovTech Indonesia, siap untuk mengemban tugas besar ini.

“Alhamdulillah Bapak Presiden melalui Perpres Nomor 82 tentang Tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional telah memberikan amanah kepada kami (dalam hal ini Peruri) untuk bisa menjalankan penugasan pemerintah sebagai penyelenggara aplikasi SPBE Prioritas, yaitu Govtech guna mengakselerasi transformasi digital dan pelayanan publik pemerintah yang terpadu solutif dan transparan,” kata Menteri Erick di Jakarta, Senin (27/5/24).

Penunjukkan Peruri sebagai GovTech Indonesia tidak terlepas dari keberhasilannya dalam menjalankan transformasi digital selama beberapa tahun terakhir. Sejak peluncuran produk digital pada tahun 2019, Peruri telah menunjukkan komitmen kuat dalam beradaptasi dengan era digital dan terus berinovasi yang dibuktikan melalui rekam jejak dalam mengimplementasikan transformasi digital.

Mereka telah sukses meluncurkan dan mengembangkan berbagai produk dan layanan digital seperti E-Materai, Sertifikat Tanah Elektronik dan Sertifikat Elektronik untuk Paspor Dinas dan Diplomatik.

Peruri akan mengintegrasikan layanan prioritas milik Kementerian dan Lembaga Pemerintah melalui portal pelayanan publik. Peruri telah melakukan konsolidasi dengan 15 Kementerian/Lembaga untuk mendukung pengembangan, integrasi, serta interoperabilitas Portal Pelayanan Publik, yaitu pada sektor layanan Pendidikan, Kesehatan, Bantuan Sosial, Administrasi Kependudukan yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital, Transaksi Keuangan Negara, Aparatur Negara, Portal Pelayanan Publik, Satu Data Indonesia, dan Kepolisian.

”Ini (GovTech) adalah kerja keras dari 400 anak bangsa yang memiliki kepercayaan bahwa Indonesia bisa, maka kita para mentor mereka juga harus bisa,” ujar Erick.

Hal ini tercermin dari talenta-talenta muda digital berintegritas dan memiliki kemampuan yang unggul, yang telah bergabung dengan Peruri.

Proses rekrutmen ini telah melalui berbagai proses seleksi yang ketat dan juga melibatkan Badan Intelijen Strategis (BIS) TNI. Transformasi sumber daya manusia di Peruri, baik rekrutmen maupun penguatan kemampuan serta pengetahuan, akan terus dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan untuk memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan.

Peluncuran INA Digital ini menandai langkah maju yang signifikan dalam digitalisasi layanan publik di Indonesia. Dengan adanya integrasi layanan portal pelayanan publik dan portal administrasi pemerintahan pada satu portal terpadu, masyarakat diharapkan dapat mengakses layanan pemerintah dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.

Erick juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak terkait untuk memastikan keberhasilan implementasi GovTech Indonesia.

“Berkat dorongan dan kerja sama dari seluruh Kementerian dan Lembaga yang hadir Alhamdulillah pada hari ini kita bisa percaya diri untuk meluncurkan langkah awal dari Govtech itu sendiri,” tandasnya.

Kementerian BUMN akan terus bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Ketua Tim Koordinasi SPBE Nasional dan para pimpinan Kementerian/Lembaga dalam memastikan proses pengembangan Govtech Indonesia yang akan terus mengedepankan user friendly; perbaikan dalam proses bisnis dan keterpaduan; transparan dan terukur; serta integrasi infrastruktur (data center dan government cloud terintegrasi) dan pengembangan yang berkelanjutan.

Artikel Terkait

Back to top button