BERITA

Go Global, PIS Resmikan Kantor Baru di Singapura

Jakarta, BUMN TRACK – Sebagai Subholding Pertamina bidang Integrated Marine & Logistic, PT Pertamina International Shipping (PIS) mewujudkan visi menjadi perusahaan perkapalan dan marine logistik terkemuka di dunia. Langkah ini dimulai dengan peresmian kantor baru PIS Asia Pacific (PIS AP) yang berada di Singapura.

PIS Asia Pacific (PIS AP) merupakan anak usaha PIS, yang lahir pada tahun 2018 dan telah menjadi motor utama pendapatan market non captive perusahaan yang terus berkembang setiap tahun. Perluasan kantor ini menjadi tanda kesiapan PIS untuk menjadi salah satu pemain bisnis perkapalan dan marine logistik yang diperhitungkan di kancah dunia.

Kantor PIS AP resmi berpindah ke lantai 32, Gedung Millenia Tower untuk memfasilitasi kebutuhan penambahan pekerja yang lebih banyak seiring dengan meningkatkan permintaan pasar untuk bisnis global PIS.

Inagurasi kantor baru PIS AP ini turut dihadiri oleh Menteri Transportasi Singapura Chee Hong Tat, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo, Komisaris Utama PIS Mochtar Husein, CEO PIS Yoki Firnandi, dan Direktur Tanker Minyak Mentah dan Minyak Bumi PIS Brilian Perdana.

Seremoni pembukaan kantor PIS AP ini juga dihadiri oleh puluhan mitra kerja sama kelas dunia, seperti Petco Trading Labuan Company Ltd, PTT Thailand, Vitol, dan lainnya.

Selain inaugurasi, terdapat juga acara rangkaian penandatanganan kerja sama dengan beberapa mitra global, di antaranya: Memorandum of Collaboration (MoC) antara PTT International Trading Pte Ltd dengan PIS Asia Pacific, Memorandum of Understanding (MoU) antara PIS dan PPT Energy Trading Co., Ltd, dan juga penandatanganan kerja sama antara PIS dan PIS Asia Pacific.

“Sebagai negara yang merupakan global hub dan pusat maritim internasional, Singapura menyambut hangat seluruh perusahaan, talent, dan gagasan-gagasan dari seluruh dunia, termasuk dari sahabat kami yang berada di ASEAN. Di mana kolaborasi ini menjadi win-win collaborations yang penting untuk pertumbuhan dan kesejahteraan di kawasan regional,” ujar Menteri Transportasi Singapura, Cee Hong Tat, ditulis Rabu (31/1/24).

Ia juga mengakui kinerja dari PIS yang telah berada di Singapura sejak 2018 dan telah membukukan sejumlah prestasi membanggakan. “Kami siap untuk bekerja sama ke depannya di bisnis yang telah kita jalani, termasuk untuk potensi bisnis lainnya,” jelasnya.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo juga turut mengapresiasi dengan prestasi PIS Asia Pacific, yang dinilai turut mengharumkan nama perusahaan Indonesia tidak hanya di Singapura tetapi juga di tingkat mancanegara.

“Kami dari pihak kedutaan tentunya siap mendukung PIS Asia Pacific, terutama dengan eratnya hubungan Indonesia dan Singapura, kami yakini bisa turut mendorong pertumbuhan perusahaan yang pastinya akan berdampak pada ekonomi kedua negara,” paparnya.

Managing Director PIS AP Muhammad Resa menyatakan sebagai motor dan pintu ekspansi global di kawasan Asia Pacific, saat ini PIS AP memiliki 30 pekerja yang rata-rata merupakan WNI. “Tapi terdapat pula tenaga kerja skala global, yang jumlahnya ke depan bisa kita tambah seiring dengan kebutuhan akan perluasan market perusahaan.”

CEO PIS Yoki Firnandi menambahkan, PIS tentunya mengirimkan talenta-talenta terbaiknya untuk penempatan di kantor cabang yang berada di luar negeri. Saat ini PIS melalui anak usahanya yakni PIS Asia Pacific, telah memiliki 2 kantor cabang yang berada di Singapura sejak 2018 dan Dubai yang dibuka pada tahun 2022.

“Kami mengirimkan talenta terbaik kami, tentunya untuk mengasah kemampuan mereka dengan berkompetisi dan berinteraksi langsung dengan para pemain global. Kami juga membuka pintu untuk talenta global yang memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan di industri ini.”

Selain itu, lanjutnya, talenta global yang telah memiliki pengalaman diyakini juga memiliki jaringan profesional lebih luas sehingga bisa membantu memperkuat perusahaan di pasar internasional.

“Ini juga sejalan dengan visi perusahaan untuk Go Global, sehingga untuk meningkatkan daya saing, kita perlu menggabungkan keahlian dan pengalaman dari berbagai talenta yang ada untuk menghadapi tantangan pasar global,” jelasnya.

Artikel Terkait

Back to top button