Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) merilis bahwa hingga bulan Agustus 2026 telah mencetak laba Rp5,30 triliun (T) atau mengalami pertumbuhan 10,07% YoY.
Hasil positif tersebut ditopang oleh perluasan bisnis yang berkualitas, pengokohan dana murah (CASA), akselerasi pembiayaan, serta kontribusi bisnis emas dan fee based income yang membesar.
Pada saat yang sama, performa BSI tetap bersinar di situasi ekonomi yang tergolong sulit karena manajemen risiko yang tepat, pengawasan pembiayaan yang ketat, serta penguatan aspek Good Corporate Governance (GCG).
Kemajuan lain turut dibukukan seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) naik hingga Rp389 triliun, total CASA telah mencapai Rp246 triliun, Cost of Fund (CoF) turun 37 bps, maupun peningkatan Fee based income (FBI) jadi Rp5,6 triliun.
“Kinerja hingga Agustus menunjukkan transformasi bisnis BSI mulai menghasilkan pertumbuhan yang semakin seimbang, baik dari sisi funding, financing maupun non-financing income,” tutur Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dikutip dari keterangan resmi yang diakses pada hari Selasa (6/10).
Menjelang Tahun 2027, BSI akan mengoptimalkan salah satu sektor yang menguntungkan, yakni sumber dana murah. Salah satu langkah hendak ditempuh adalah mengekspansi pembiayaan ritel dan konsumen berbasis underlying.
Produk BSI OTO, misalnya, mengalami pertumbuhan sebesar 11,34% YoY pada bulan Juli 2026. Seiring tren kendaraan listrik dalam masyarakat, pemanfaatan BSI OTO diproyeksikan meningkat, terlebih penggunaan BSI OTO untuk pembiayaan kendaraan listrik melonjak 66%.
“Kami optimistis kinerja kuartal III dan hingga akhir tahun tetap berada di jalur yang telah ditetapkan,” pungkas Anggoro.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








