Jakarta, Bumntrack.co.id – Sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga pasokan jagung pakan bagi peternak, Perum BULOG terus meningkatkan implementasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung.
Hingga pertengahan September 2026, BULOG telah menyalurkan 159,3 ribu ton jagung atau 66,05% dari target tahun 2026. Realisasi tersebut dijalankan berlandaskan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 serta Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026.
Pemerintah turut membantu BULOG dengan mengalokasikan 150 ribu ton jagung. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Pangan (7/9), musim kemarau berpotensi menurunkan produksi jagung sehingga pemerintah perlu turun tangan untuk membantu peternak berskala UMKM.
“Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak. Dengan adanya kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga Desember 2026, BULOG siap menjalankan penugasan pemerintah dan memastikan jagung pakan tersedia serta dapat diakses oleh peternak sesuai ketentuan,” ujar Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, dilansir dari keterangan resmi yang diakses pada hari Selasa (15/9).
Rizal menekankan pentingnya SPHP jagung yang kokoh. Biaya pakan merupakan salah satu aspek penting bagi peternak sehingga BULOG mengupayakan harga yang terjangkau sekaligus ekosistem pangan yang stabil dari hulu hingga hilir.
“BULOG akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelaksanaan SPHP Jagung berjalan efektif dan tepat sasaran.” pungkasnya.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








