Jakarta, Bumntrack.co.id – Sepanjang Januari hingga September 2026, PT Timah (Persero) Tbk membukukan pendapatan Rp16,15 triliun atau bertambah 144% daripada kurun waktu yang sama pada tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi PT Timah untuk periode sembilan bulan.
Hasil positif juga tercatat pada aspek-aspek lain seperti lonjakan keuntungan bersih dari Rp602,42 miliar menjadi Rp4,12 triliun, peningkatan net profit margin hingga 25,52%, total aset tumbuh 26% dibandingkan akhir tahun 2025, dan sebagainya.
“Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja operasional dan keuangan melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi kegiatan usaha, pengelolaan penjualan yang efektif, serta disiplin dalam pengelolaan keuangan.” jelas Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, dilansir dari keterangan resmi yang diakses di Jakarta pada hari Senin (2/11/26).
Kenaikan laba selaras dengan performa di pasar. BUMN yang berpusat di Provinsi Bangka Belitung itu mencatatkan peningkatan produksi bijih timah 55%, pertumbuhan output logam timah 49%, serta volume penjualan yang melesat 72%.
Meskipun permintaan timah global diproyeksikan bertambah diikuti harga jual rata-rata logam timah yang meningkat, ada kendala dalam proses penyediaan berupa situasi rantai pasok global yang tergolong dinamis.
96% perniagaan PT Timah berasal dari pasar ekspor sehingga perubahan eksternal akan mempengaruhi performa di masa depan.
Menciptakan Lingkungan yang kondusif dan adil turut menjadi PR, mengingat dua bangunan milik PT Timah di Kabupaten Belitung Timur terkena vandalisme pada awal bulan Agustus 2026 akibat demonstrasi para penambang timah yang berakhir rusuh.
“Ke depan,kami akan terus memperkuat kinerja dan menjaga kesinambungan usaha guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Restu.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








