KAI Daop 1 Jakarta Amankan Pelempar KA dan Commuter Line, Pelakunya Masih Anak-Anak

KAI Daop 1 Jakarta Amankan Pelempar KA dan Commuter Line, Pelakunya Masih Anak-Anak
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Selama masa libur sekolah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar dan anak-anak, agar tidak melakukan vandalisme, pelemparan, maupun aktivitas apa pun di sekitar jalur kereta api.

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya beberapa kejadian pelemparan terhadap kereta api yang terjadi di wilayah Daop 1 Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya terjadi pada KA 314 Commuter Line relasi Rangkasbitung–Merak pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di KM 87+000 petak jalan antara Stasiun Jambubaru–Catang.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pada masa libur sekolah anak-anak umumnya memiliki lebih banyak waktu luang. Karena itu, peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat penting untuk memastikan anak-anak tidak bermain atau berkegiatan di area jalur kereta api.

“Kami mengingatkan kepada anak-anak sekolah dan masyarakat agar tidak bermain, berkumpul, maupun melakukan aktivitas di jalur kereta api, terlebih saat masa libur sekolah. Jalur KA bukan tempat bermain. Tindakan seperti pelemparan, menaruh benda di rel, atau mencoret fasilitas kereta api sangat membahayakan dan dapat merugikan banyak orang,” ujar Franoto di Jakarta, Kamis (2/7/26).

Selain kejadian tersebut, pada hari yang sama petugas pengamanan gabungan Daop 1 Jakarta dan BKO Marinir juga mengamankan pelaku pelemparan terhadap KA Lokal 337 Walahar relasi Purwakarta–Cikarang di antara Stasiun Klari–Karawang, KM 63+9, wilayah Karawang Timur.

Kejadian tersebut terdeteksi melalui patroli udara menggunakan drone yang dilakukan petugas pengamanan. Dari hasil pemantauan, petugas mendapati sekelompok anak bermain di sekitar jalur kereta api dan melakukan pelemparan ke arah kereta yang sedang melintas.

Setelah dilakukan penelusuran dan pembinaan bersama pihak kewilayahan serta orang tua, para pelaku mengakui pernah melakukan aksi serupa di beberapa lokasi berbeda.

Pelemparan batu terhadap kereta api bukan hanya berbahaya bagi pelanggan dan petugas, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pelaku sendiri. Batu yang dilemparkan ke arah kereta api yang sedang melaju dapat menimbulkan benturan yang lebih kuat karena kereta merupakan objek bergerak dengan kecepatan tinggi.

“Batu yang dilemparkan ke arah kereta api yang sedang bergerak berpotensi memantul kembali dan mengenai pelaku atau orang di sekitarnya. Selain itu, apabila batu mengenai kaca atau bagian kereta, tindakan tersebut dapat membahayakan pelanggan, masinis, kondektur, maupun petugas yang sedang berdinas,” kata Franoto.

Menurutnya, pelemparan terhadap kereta api tidak bisa dianggap sebagai kenakalan biasa. Selain dapat merusak sarana perkeretaapian, perbuatan tersebut berpotensi menyebabkan luka serius, gangguan perjalanan kereta api, hingga mengancam nyawa banyak orang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah pelaku yang masih di bawah umur, penanganan dilakukan melalui pembinaan dengan melibatkan orang tua masing-masing sesuai arahan pihak Kepolisian. Para pelaku juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan pelemparan maupun tindakan vandalisme di lingkungan perkeretaapian.

“Mengingat para pelaku masih anak-anak, kami mengedepankan pendekatan edukatif dan pembinaan. Namun demikian, kami berharap peran aktif orang tua dan lingkungan sekitar untuk mengawasi aktivitas anak-anak, terutama selama masa libur sekolah,” ujar Franoto.

Dalam sejumlah kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun gangguan perjalanan kereta api. Meski demikian, KAI Daop 1 Jakarta menegaskan bahwa tindakan pelemparan dan vandalisme tetap memiliki risiko besar terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 1 Jakarta secara rutin melaksanakan patroli jalur, sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan pelajar, serta pemanfaatan teknologi patroli udara menggunakan drone, termasuk drone termal, untuk memantau area-area rawan di sekitar jalur kereta api.

“Kami terus meningkatkan pengawasan melalui patroli langsung, edukasi keselamatan di sekolah maupun masyarakat, serta penggunaan teknologi drone untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Upaya ini kami lakukan untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan selamat bagi seluruh pelanggan,” jelas Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta mengajak orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar jalur kereta api untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada anak-anak agar tidak bermain di sekitar rel dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

“Kami berharap masa libur sekolah dapat diisi dengan kegiatan yang positif dan aman. Kami juga mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya agar tidak bermain di jalur kereta api, tidak melakukan pelemparan, dan tidak merusak fasilitas perkeretaapian. Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama,” tutup Franoto.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.