BERITA

Lima Langkah ‘Pemilik Brand’ Merespon dan Bangkit Ditengah Covid-19

Managing Director of DMID, Almira Shinantya (Foto: Istimewa)

Jakarta, Bumntrack.co.id – Hampir lima minggu terakhir kegiatan luar ruangan praktis dibatasi. Bagi karyawan perusahaan dan pemegang brand yang bisa melakukan pekerjaan dari rumah (WFH) tentu akan disarankan untuk melakukan pekerjaan dari rumah. Ditengah pandemi Covid-19 yang panjang ini, ada beberapa langkah yang diungkapkan Managing Director of DMID, Almira Shinantya agar pemilik brand dapat merespon, bertahan dan bangkit menjadi lebih kuat.

Berikut secarik analisa dan tulisan dari Almira Shinantya agar segera bangkit menjadi kuat ditengah pandemi Covid-19.

Kepada para pemilik brand yang saya hormati,
Pagi ini, saya menikmati secangkir kopi dengan tenang dan mencoba menikmati waktu sendirian sesaat sebelum anak-anak saya terbangun. Tidak lama lagi, anak saya yang berusia 7 tahun akan memulai kegiatan “belajar dari rumah” dan saya harus menyiapkan makanan untuk keluarga saya, ikut berbagai meeting melalui aplikasi Zoom dan mengurus buah hati saya yang berusia 3 tahun – setiap hari. Ini adalah kegiatan saya selama 5 minggu terakhir #dirumahaja untuk #WFH, dan sekarang sudah memasuki minggu keenam. Namun, saya masih merasa sulit untuk beradaptasi dengan kegiatan yang serba baru ini. Setiap hari, ada rutin baru yang perlu dijalankan, cara baru untuk melakukan sesuatu, cara baru untuk tetap bertahan dan mengatasi setiap tantangan yang muncul. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi anda. Pastinya, ini juga menjadi tantangan yang besar untuk anda -terus mempertahankan brand anda setiap harinya di tengah masa sulit ini, sambil mengurus berbagai hal lain yang harus anda selesaikan secara bersama-sama
.

Krisis ini adalah hal yang baru bagi kita semua. Bagi saya pribadi, tidak ada pengalaman dalam hidup saya yang dapat dibandingkan dengan hal ini dengan apa yang kita alami sekarang. Keadaan dunia dan masyarakat di dalamnya tentunya sangat berubah karena pandemik ini. Namun, di balik sebuah krisis, selalu ada harapan. Saya percaya yang kita butuhkan sekarang adalah ketekunan untuk menghadapi situasi ini dan terus mencari cara yang cerdik dalam menanggapi masalah dan mengambil setiap kesempatan yang ada untuk dapat menyelamatkan brand anda. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukannya, karena anda dan brand anda pasti akan menjadi lebih kuat setelah mampu melalui masalah ini. Saya ingin membagikan sedikit titik terang dan sudut pandang tentang apa yang harus dilakukan brand anda selama masa-masa yang tidak pasti ini.

  1. Tunjukkan warna asli dari brand anda. Saat-saat seperti ini adalah saat yang tepat bagi anda untuk mengevaluasi dan menyesuaikan kembali nilai-nilai brand dan posisi dari brand anda, tanpa harus lari dari esensi atau maksud tujuan brand anda. Dalam situasi yang membingungkan seperti ini, banyak orang mencari brand yang dapat mereka percayai, yang menunjukkan tindakan-tindakan yang tulus tanpa terkesan memanfaatkan situasi sulit ini. Terus berfokus untuk mencari cara-cara baru agar tetap relevan dan menambah nilai brand kita dalam keseharian masyarakat. Mereka akan mengingat brand -brand yang membawa kontribusi positif terhadap diri mereka dan sekitar. Jika brand anda telah memiliki fondasi yang kuat, hal ini tentunya bisa dilakukan dengan mudah. Jika tidak, anda dapat melakukan investasi pada pembangunan brand anda dengan lebih strategis. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk benar-benar hidup dalam esensi brand anda. Seperti guru saya katakan sejak lama, “Life is Short, Brand It!”. Hidup itu singkat, maka kita perlu membangun brand dengan sebaik-baiknya.
  2. Teruslah berinovasi. Ini adalah soal hidup-atau-mati. Perubahan di tengah krisis terjadi dengan sangat cepat, maka ide yang kita miliki dan saat mewujudkan ide tersebut menjadi nyata harus berjalan dengan kecepatan yang sama. Hal ini mendorong kita untuk mempercepat setiap proses dan mengaplikasikan ide baru kita ke dalam cara-cara yang mudah dipraktekkan. Analisa data lebih dalam, pahami apa yang masyarakat sedang lakukan, periksa kembali setiap hubungan yang dibangun brand Anda selama tahun-tahun terakhir. Ini akan memberi Anda pegangan kuat untuk memikirkan dan menyesuaikan kembali produk atau layanan Anda. Kembali ke poin nomor 1, ingatlah untuk tidak lari dari intisari esensi brand Anda.
  3. Terus berkomunikasi dan terhubung. Ini adalah saat paling buruk bagi brand Anda untuk diam saja. Dunia bisa meninggalkan Anda dan akan sangat sulit untuk pulih dari keadaan. Jangan tertidur sekarang. Sebaliknya, berkomunikasilah terus dengan konsumen -menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Penyampaian pesan yang terlalu rumit hanya akan membuat mereka sulit memahami. Walau konsumen lebih banyak diam di rumah karena physical distancing, konsumen memiliki pola konsumsi berita yang lebih banyak dari biasanya, sehingga penyampaian informasi yang berantakan hanya akan membuat mereka tidak terinformasikan. Periksa kembali pesan apa yang ingin anda sampaikan, dan cara menyampaikannya pun juga menjadi sangat penting di waktu seperti ini. Bangun komunikasi yang terbuka dengan konsumen. Bangun percakapan dengan mereka, ikutlah terlibat dalam topik-topik yang relevan, jadilah sahabat bagi mereka di media sosial, dan mereka akan mengingat anda. Komunikasi yang tulus, edukatif dan relevan adalah hero content anda sekarang.
  4. Pengalaman bagi konsumen yang baik dan tanpa gangguan. Saat-saat krisis seperti ini, banyak orang merasa bahwa mereka masih memiliki kendali penuh terhadap hidup mereka. Terlebih lagi, mereka masih mengharapkan segala sesuatu berjalan efisien dan cepat. Ini adalah awal dari banyaknya ekspektasi baru dari masyarakat terhadap brand. Brand-brand perlu bisa untuk memenuhi bahkan melebihi ekspektasi masyarakat. Brand yang bisa melakukan hal ini akan jadi menonjol dan menciptakan ikatan loyalitas yang lebih kuat dengan konsumen. Di samping itu, kita perlu memahami perubahan yang terjadi pada perilaku konsumen kita setelah PSBB ataupun pembatasan gerak untuk pencegahan Covid-19 ini diberlakukan. Sebagai contoh, jika mereka tidak bisa pergi ke showroom untuk membeli furniture, maka bangunlah showroom virtual yang dapat mereka lihat di rumah mereka. Bangun pengalaman berkesan untuk brand anda dengan menggunakan teknologi yang dapat menyentuh kehidupan mereka. Teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality memiliki potensi yang besar untuk membawa pengalaman berbelanja yang berkesan ke dalam rumah-rumah konsumen kita. Ini akan membuat brand anda lebih akrab dengan mereka.
  5. Lihat ke dalam. Lihat tim anda. Siapa di antara mereka yang bisa ikut membantu anda menghadapi masa ini? Ini adalah masa-masa yang tidak mudah untuk mengarahkan brand anda selama masa yang penuh dengan ketidakpastian. Ini tentu akan menjadi hal yang lebih menyulitkan ketika anda memiliki orang-orang yang justru membuat anda lebih tidak leluasa dalam bertindak, bergerak menyelamatkan brand Anda. Lepaskan para pemberat itu, hargai para pejuang yang sudah dan terus akan bertarung bersama-sama dengan Anda, dan menangkan pertandingan ini!
Show More

Artikel Terkait

Back to top button