BERITA

Mahelan: Mayoritas Pemegang Polis Jiwasraya Setuju Ikut Program Restrukturisasi

Jakarta, Bumntrack.co.id – Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melansir jumlah pemegang polis yang mengikuti program restrukturisasi polis Jiwasraya hingga 18 Januari 2021 mencapai 102.856 peserta. Jumlah ini terdiri dari 101.294 peserta yang berasal dari 884 perusahaan untuk pemegang polis kategori korporasi, 1.156 peserta dari pemegang polis kategori ritel, dan 406 peserta dari pemegang polis kategori bancassurance.

“Terdapat kenaikan jumlah peserta yang sangat signifikan dalam dua pekan pasca kami mengumumkan tahapan sosialisasi di akhir Desember 2020 dan mulai mengirimkan surat penawaran program restrukturisasi pada awal Januari 2021. Capaian ini tentu saja akan menambah motivasi dan semangat kami dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya,” kata R. Mahelan Prabantarikso, Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Polis Jiwasraya bidang Komunikasi dan Hukum, Jumat (22/1).

Menurutnya, pengembalian dana nasabah ini sesuai dengan rencana tim percepatan polis yang terdiri dari tiga tahapan besar, pertama tahapan registrasi, kemudian tahapan kedua yaitu sosialisasi dan tahapan ketiga yaitu closing. “Tahapan awal yaitu registrasi sudah kita mulai dari tanggal 11 Desember. Kita meregistrasi pemegang polis, evaluasi ke siapa, di mana saja mereka akan ditemui dan dengan cara apa. Kemudian tanggal 23 Desember kita melakukan pengumuman tahap kedua yaitu tahap sosialisasi,” jelasnya.

Pada tahap sosialisasi, tim mengumpulkan pola yang sudah ditentukan pilihannya. Kemudian pemegang polis menentukan pilihannya. Setelah itu masuk ke tahap ketiga, pemegang polis melakukan closing. Dari tiga tahapan tersebut, ketika kesepakatan diterima maka pemegang polis Jiwasraya akan ditransfer ke IFG Life sebagai new company. Nanti pemerintah masuk dengan dengan pola Bail In, PMN. “Nasabah akan dilakukan pembayaran sesuai dengan janji dalam restrukturisasi itu,” jelasnya.

Data sampai saat ini, nasabah retil dari 308.000 pemegang polis, secara bertahap dan simultan terus disampaikan tahap sosialisasi. Perkembangannya cukup baik, sejak 11 Desember 2020, dari sekitar 800 pemegang polis yang sudah memegang atau menerima surat tawaran, 550 pemegang polis sudah menyetujui. Hal tersebut sudah mendekati sekitar 80 persen per hari.

“Sedangkan di sisi korporasi, diperkiraan sudah mencapai 45 persen. Dari sekitar 2.000 perusahaan yang di bawahnya ada sekitar 2,2 juta pemegang polis, 45 persen sudah ikut restrukturisasi dan closing,” jelasnya.

Terkait nasabah JS Saving Plan atau premi asuransi, secara total sudah dikirim tawaran ke 8.000 pemegang polis. JS Saving ini dilakukan bertahap dengan waktu jeda sekitar 30 hari kerja. Sekitar 300 nasabah JS Saving Plan ada yang langsung closing atau setuju. Proses ini dibatasi sampai tanggal 31 Mei, sesuai dengan rencana peningkatan keuangan yang telah disampaikan dan disetujui oleh pemegang saham dan regulator.

“Kita memberikan penawaran ke nasabah JS saving plan, kalau setuju kita sesuaikan, kita transfer ke IFG life, kalau tidak setuju akan ditinggal di Jiwasraya. Nanti Jiwasraya dikembalikan ke regulator akan menjadi perusahaan seperti apa,” terangnya.

Namun jika mereka tidak mau restrukturisasi dan tetap bertahan di Jiwasraya, kemungkinkan mereka kurang mendapatkan informasi, khawatir tidak tertangani dengan baik. Padahal hal tersebut sudah tertangani dengan baik lintas perusahaan dan lintas kementerian.

“Bisa juga mereka masih menginginkan hasil full seperti dulu. Nah, bagi mereka, perlu kami sampaikan bahwa penawaran terdahulu kita selaraskan dengan kondisi terkini. Apabila tidak setuju, maka akan ditinggal di Jiwasraya dengan aset unclear dan unclean. Hal itu tentunya akan tidak menguntungkan bagi pemegang polis,” jelasnya.

Rencana kedepan, pihaknya terus melakukan transformasi, seperti ketika kasus terjadi, langkah awal yang dilakukan adalah menghentikan kerugian perusahaan. Kedua, pihaknya melakukan transformasi bisnis, dari segi infrastruktur dilakukan pembenahan, bisnis proses diperbaiki jadi customer sentris, dari sisi people dan SDM ditransformasi menjadi lebih baik, termasuk juga GCG yang lebih transparan, responsiblity, independen dan lebih sehat.

Mahelan menjelaskan, adanya kenaikan jumlah peserta yang mengikuti program restrukturisasi tak lepas dari peran sejumlah pihak mulai dari pemerintah, regulator, otoritas, hingga internal dan agen Jiwasraya yang telah menyiapkan segala perangkat teknis serta non teknis mengenai pelaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya.

Tak lupa, ia pun mengapresiasi respon seluruh pemegang polis baik itu yang telah berkenan mengikuti program penyelamatan polis, hingga para nasabah yang saat ini dalam antrian sosialisasi dan penawaran program restrukturisasi polis.

“Secara khusus kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala pengertian dari seluruh para pemegang polis Jiwasraya yang berkenan mengikuti program penyelamatan polis. Karena bagaimana pun juga, para pemegang polis-lah yang menjadi salah satu faktor utama dari upaya penyelamatan polis ini,” tutur Mahelan yang juga Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya.

Seperti diketahui, dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan dana mencapai Rp22 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk mendirikan perusahaan asuransi baru bernama IFG Life. Tak hanya itu, terdapat tambahan modal senilai Rp4,7 triliun yang berasal setoran dividen IFG yang nantinya akan diberikan kepada IFG Life.

Selain melanjutkan manfaat atas polis eks Jiwasraya yang telah direstrukturisasi, dana tersebut juga akan digunakan oleh IFG Life sebagai modal untuk menyasar bisnis di sektor asuransi kesehatan, jiwa, dan pengelolaan dana pensiun. IFG Life sendiri diyakini akan menjadi perusahaan asuransi terbesar lantaran memiliki target pemegang polis yang berasal dari ekosistem BUMN dan masyarakat umum.

Artikel Terkait

Back to top button