Manfaatkan Sampah Organik, PLN EPI Integrasikan TPS3R dan Budidaya Maggot di Mataram

Manfaatkan Sampah Organik, PLN EPI Integrasikan TPS3R dan Budidaya Maggot di Mataram
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak usahanya, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg), meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Kamis (10/9).

TPS3R tersebut untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sekitar proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker. Melalui fasilitas ini, sampah organik dari UMKM kawasan Pantai Bagek Kembar dan warga sekitar dipilah dan diolah, termasuk melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), guna mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Pembangunan TPS3R merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan di sumber hingga pemanfaatannya menjadi produk bernilai guna.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarawati mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat agar manfaat lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.

“Persoalan sampah ini menjadi masalah kita semua. Karena itu, kita tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mendorong bagaimana masyarakat bersama-sama mengelola sampah sehingga manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Erma dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/9/26).

Menurut Erma, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya PLN EPI menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan infrastruktur energi.

“Harapannya multiplier effectnya tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga ada pemberdayaan lainnya. Kita ingin kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat ini semakin erat, termasuk melalui program-program pelatihan dan kerja sama yang dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Camat Sekarbela Arief Satriawan mengatakan TPS3R menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah sekaligus akan melayani tiga kelurahan di Kecamatan Sekarbela.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Dengan adanya TPS3R ini, insya Allah akan mencakup tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Sekarbela untuk pengolahan sampah,” kata Arief.

Menurut Arief, sampah yang masuk ke TPS3R akan terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya.

“Sekarang ini pengolahan sampah memang menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Sampah yang dibawa ke sini lebih dulu dipilah. Insya Allah ini akan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang yang mewakili Wali Kota Mataram mengatakan TPS3R diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Pembangunan TPS3R ini bukan sekadar menyediakan sarana pengelolaan sampah. Lebih dari itu, kita berharap fasilitas ini menjadi bagian dari perubahan perilaku dan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah,” kata Martawang.

Menurutnya, sampah perlu dipandang sebagai sumber daya yang dapat dikelola dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bantuan yang paling berarti adalah bantuan yang menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Martawang menambahkan, keberlanjutan pengelolaan TPS3R membutuhkan sinergi berbagai pihak.

“Membangun kota yang bersih dan berkelanjutan tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari pengembangan TPS3R, PLN EPI juga mendorong pemanfaatan sampah organik dari UMKM Pantai Bagek Kembar dan rumah tangga sekitar melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). PLN EPI memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat agar sampah organik dapat diolah menjadi pakan maggot sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

Ketua Kelompok Bale Maggot Muhammad Ridwan mengatakan pelatihan tersebut membantu masyarakat memahami pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot.

“Melalui pelatihan ini kami belajar bagaimana sampah organik yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Harapannya kegiatan ini bisa terus berkembang sehingga selain membantu mengurangi sampah, juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok dan masyarakat,” kata Ridwan.

Integrasi TPS3R dan budidaya maggot BSF menjadi bagian dari pengembangan ekonomi sirkular di Bagek Kembar, dengan mengubah sampah organik menjadi sumber daya produktif sekaligus mendukung kawasan wisata pesisir yang lebih bersih dan berkelanjutan.Melalui sinergi program lingkungan, pemberdayaan, dan kepedulian sosial, PLN EPI mendorong agar kehadiran perusahaan di sekitar wilayah proyek energi dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.