Mengenang Arief Mulyadi: Perjalanan, Keteladanan, dan Jejak Pemberdayaan Perempuan Indonesia Bersama PNM

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Oleh: SH Sutarto

CEO BUMN Track

Ada pertemuan yang mungkin berlangsung dalam suasana profesional, tetapi meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam daripada sekadar hubungan pekerjaan. Ada pula sosok yang dikenang bukan hanya karena jabatan dan pencapaiannya, melainkan karena sikap, ketulusan, dan nilai-nilai yang ditinggalkannya.

Bagi saya, Arief Mulyadi, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) periode 2018–2026, adalah salah satu sosok tersebut.

Dalam perjalanan BUMN Track membangun ruang apresiasi, komunikasi, dan publikasi bagi perusahaan-perusahaan BUMN, saya memiliki sejumlah pengalaman berharga bersama beliau. Pengalaman itu tidak hanya berkaitan dengan berbagai ajang penghargaan yang diselenggarakan BUMN Track, tetapi juga dengan diskusi, pertukaran gagasan, serta kesempatan menyaksikan secara langsung bagaimana PNM menjalankan misi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kini, ketika mengenang perjalanan tersebut, yang hadir dalam ingatan saya bukan semata-mata angka dan capaian perusahaan. Ada kesan tentang seorang pemimpin yang rendah hati, terbuka, dan bersedia berbagi cerita mengenai pekerjaan besar yang dijalankan PNM untuk masyarakat Indonesia.

Konsistensi Bersama BUMN Track

Selama bertahun-tahun, Arief Mulyadi menjadi bagian dari perjalanan BUMN Track melalui partisipasinya dalam berbagai ajang penghargaan, mulai dari Anugerah BUMN, BUMN Branding & Marketing Award, hingga TJSL & CSR Award.

Bagi saya, kehadiran beliau bukan sekadar memenuhi undangan sebuah acara. Ada komitmen untuk terus membangun komunikasi, berbagi pengalaman, serta memberikan ruang bagi publik untuk memahami perkembangan dan kontribusi BUMN.

Melalui ajang-ajang tersebut, BUMN Track berupaya menghadirkan ekosistem apresiasi yang mendorong perusahaan milik negara terus berinovasi, memperkuat merek, meningkatkan kualitas tata kelola, dan memperluas dampak sosial.

PNM memiliki karakter yang sangat kuat dalam konteks tersebut. Perusahaan ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan, tetapi juga tentang bagaimana perempuan prasejahtera memperoleh kesempatan untuk membangun usaha, meningkatkan penghasilan, dan memperkuat ekonomi keluarga.

Saya melihat Arief Mulyadi sebagai sosok yang memahami bahwa keberhasilan sebuah BUMN perlu dikomunikasikan kepada masyarakat secara lebih luas, bukan semata-mata untuk membangun reputasi perusahaan, melainkan juga untuk memperkenalkan praktik-praktik pemberdayaan yang dapat memberikan inspirasi.

Arief Mulyadi, Narasumber Pertama BUMN MENJAWAB

Salah satu kenangan yang paling membekas bagi saya adalah ketika Arief Mulyadi menjadi narasumber pertama program televisi mingguan BUMN MENJAWAB, yang diselenggarakan BUMN Track bersama JPM TV, jaringan Jawa Pos Group.

Momen itu memiliki arti tersendiri dalam perjalanan program tersebut.

Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan para pemimpin BUMN dengan masyarakat melalui pembahasan mengenai strategi perusahaan, inovasi, tantangan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

PNM menjadi pilihan yang relevan karena memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat, terutama perempuan pelaku usaha ultra mikro.

Melalui program tersebut, kami ingin menunjukkan bahwa di balik sebuah perusahaan negara terdapat strategi, sistem, sumber daya manusia, dan komitmen sosial yang bekerja untuk menghasilkan manfaat nyata.

Arief Mulyadi hadir dengan pengalaman dan pemahaman mengenai bagaimana PNM menjalankan mandat pemberdayaan. Bagi saya, kesempatan menjadikan beliau sebagai narasumber pertama merupakan bagian penting dari perjalanan BUMN MENJAWAB.

Ada kebanggaan tersendiri ketika sebuah program media yang baru dirintis memperoleh dukungan dari seorang pemimpin BUMN yang bersedia berbagi pengalaman dan gagasan kepada publik.

Melihat Langsung Kekuatan PNM

Kenangan lain yang tidak mudah saya lupakan adalah kesempatan berdiskusi dengan Arief Mulyadi dan melihat langsung dashboard operasional PNM.

Dari sana, saya memperoleh gambaran yang lebih nyata tentang besarnya pekerjaan yang harus dikelola sebuah perusahaan dengan jaringan pemberdayaan yang luas.

Dengan sekitar 50 ribu Account Officer (AO) dan jangkauan program Mekaar yang mencapai sekitar 20 juta nasabah perempuan, PNM menunjukkan skala operasional yang luar biasa dalam mendukung perempuan prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro.

Di balik dashboard yang menampilkan data dan aktivitas operasional, sesungguhnya terdapat ribuan petugas lapangan yang bekerja menjangkau masyarakat. Mereka bertemu dengan nasabah, mendampingi kelompok, membantu menjaga keberlangsungan usaha, serta menjadi bagian dari perjalanan ekonomi keluarga.

Angka 50 ribu AO bukan sekadar besarnya jumlah tenaga pendamping. Angka itu menggambarkan jaringan manusia yang berada di garis depan pelayanan.

Demikian pula 20 juta nasabah perempuan bukan sekadar angka dalam laporan perusahaan. Di baliknya terdapat jutaan cerita tentang perjuangan, harapan, dan keinginan untuk memperbaiki kehidupan.

Ada perempuan yang berusaha mempertahankan warung kecilnya. Ada ibu rumah tangga yang ingin membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Ada pelaku usaha yang berharap dapat meningkatkan produksi dan memperluas pasar.

Bagi saya, inilah sisi paling penting dari pekerjaan PNM: menghubungkan sistem korporasi berskala nasional dengan kebutuhan nyata masyarakat di tingkat akar rumput.

Melihat langsung dashboard tersebut membantu saya memahami bahwa teknologi dan data bukan hanya instrumen pengawasan atau pelaporan. Jika dikelola dengan baik, keduanya dapat menjadi alat untuk memastikan bahwa program pemberdayaan menjangkau masyarakat dan dijalankan secara terukur.

Pengalaman itu sekaligus memperlihatkan betapa kompleksnya tanggung jawab seorang direktur utama dalam menjaga agar organisasi yang besar tetap bergerak menuju tujuan yang sama.

Kesederhanaan yang Meninggalkan Kesan

Namun, dari semua pengalaman tersebut, ada satu hal yang paling saya ingat tentang Arief Mulyadi: sikapnya yang humble.

Dalam dunia korporasi, jabatan direktur utama membawa tanggung jawab besar. Apalagi ketika perusahaan yang dipimpin memiliki jaringan pelayanan hingga ke berbagai daerah dan melayani jutaan penerima manfaat.

Akan tetapi, bagi saya, kualitas seorang pemimpin tidak hanya terlihat dari luasnya kewenangan atau besarnya organisasi yang dikelola. Kualitas itu juga tampak dari cara ia berinteraksi dengan orang lain.

Arief Mulyadi memberikan kesan sebagai sosok yang terbuka untuk berdiskusi, bersedia berbagi pengalaman, dan memberikan kesempatan kepada kami untuk melihat lebih dekat bagaimana PNM bekerja.

Sikap seperti ini sangat berarti dalam membangun hubungan profesional yang sehat antara perusahaan dan media.

Tidak semua hal harus disampaikan melalui presentasi formal atau pernyataan resmi. Terkadang, percakapan yang terbuka dan kesempatan melihat langsung proses kerja justru memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

Bagi saya, kerendahan hati bukan berarti mengecilkan pencapaian. Sebaliknya, kerendahan hati menunjukkan bahwa seorang pemimpin tetap bersedia belajar, mendengar, dan berbagi meskipun memikul tanggung jawab yang besar.

Nilai seperti inilah yang membuat sebuah hubungan profesional meninggalkan kenangan personal.

PNM dan Perjuangan Perempuan Indonesia

Perjalanan PNM di bawah kepemimpinan Arief Mulyadi juga mengingatkan kita bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu dimulai dari perusahaan besar, investasi bernilai triliunan rupiah, atau proyek berskala nasional.

Pembangunan dapat dimulai dari usaha kecil seorang perempuan yang ingin meningkatkan pendapatan keluarganya.

Melalui Mekaar, PNM menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang menggabungkan akses pembiayaan dengan pendampingan kelompok. Model ini memberi kesempatan kepada perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha dan membangun kemandirian ekonomi secara bertahap.

Tentu, keberhasilan pemberdayaan tidak cukup hanya diukur dari jumlah nasabah atau besarnya pembiayaan yang disalurkan. Peningkatan kualitas usaha, kemampuan mengelola keuangan, keberlanjutan pendapatan, serta ketahanan ekonomi keluarga juga menjadi ukuran yang penting.

Namun, jangkauan sekitar 20 juta nasabah perempuan dan dukungan sekitar 50 ribu AO memberikan gambaran mengenai besarnya skala pelayanan yang harus dikelola.

Bagi saya, pengalaman melihat langsung ekosistem PNM merupakan pengingat bahwa di balik setiap strategi perusahaan selalu ada manusia yang menjadi tujuan akhirnya.

Perusahaan boleh memiliki teknologi modern, dashboard canggih, dan sistem operasional yang terintegrasi. Akan tetapi, makna terbesar dari semua itu tetap terletak pada manfaat yang diterima masyarakat.

Penghargaan, Persahabatan Profesional, dan Kenangan

Sebagai CEO BUMN Track, saya memandang hubungan kami dengan Arief Mulyadi sebagai bagian dari perjalanan panjang membangun komunikasi dan apresiasi terhadap kinerja BUMN.

Anugerah BUMN, BUMN Branding & Marketing Award, dan TJSL & CSR Award menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai praktik baik, gagasan inovatif, serta pengalaman perusahaan dalam meningkatkan kontribusinya kepada bangsa.

Partisipasi Arief Mulyadi dalam berbagai ajang tersebut menjadi bagian dari kenangan profesional yang saya hargai.

Begitu pula ketika beliau bersedia menjadi narasumber pertama BUMN MENJAWAB. Dukungan tersebut memberikan arti tersendiri bagi perjalanan program yang kami bangun bersama JPM TV.

Bagi saya, hubungan seperti ini menunjukkan bahwa dunia usaha, media, dan para pemimpin perusahaan dapat membangun kemitraan yang produktif melalui keterbukaan, saling menghormati, dan keinginan untuk berbagi pengetahuan.

Pada akhirnya, penghargaan memang penting. Namun, yang lebih penting adalah apa yang terus dikerjakan setelah acara berakhir: bagaimana perusahaan meningkatkan kinerja, bagaimana inovasi diterapkan, dan bagaimana masyarakat memperoleh manfaat.

Karena itu, ketika mengenang Arief Mulyadi, saya tidak hanya mengingat seorang direktur utama yang hadir dalam berbagai acara BUMN Track. Saya juga mengingat seorang mitra diskusi yang memberi kami kesempatan untuk memahami lebih dekat pekerjaan besar PNM.

Jejak Kepemimpinan yang Layak Dikenang

Setiap perjalanan kepemimpinan memiliki awal dan akhir. Jabatan dapat berganti, struktur organisasi dapat berubah, dan tantangan perusahaan akan terus berkembang mengikuti zaman.

Namun, ada hal-hal yang tidak berhenti ketika sebuah masa kepemimpinan berakhir.

Pengetahuan yang dibagikan, sistem yang dibangun, orang-orang yang diberdayakan, serta nilai-nilai yang ditanamkan dapat terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Dalam perjalanan Arief Mulyadi bersama PNM, salah satu hal yang patut dikenang adalah upaya memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui sebuah sistem yang melibatkan puluhan ribu tenaga pendamping dan menjangkau jutaan nasabah.

Bagi saya pribadi, ada pelajaran sederhana dari pengalaman bersama beliau: kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang seberapa besar organisasi yang kita pimpin, melainkan juga seberapa besar kesempatan yang dapat kita buka bagi orang lain.

Kita mungkin akan melupakan sebagian angka, agenda, atau detail pertemuan seiring berjalannya waktu. Namun, kesan tentang sikap seseorang, keterbukaannya, dan kesediaannya berbagi akan lebih lama tinggal dalam ingatan.

Arief Mulyadi telah menjadi bagian dari perjalanan BUMN Track. Kenangan tentang diskusi, BUMN MENJAWAB, berbagai ajang penghargaan, dan kesempatan melihat langsung dashboard PNM akan tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan tersebut.

Selamat jalan, Pak Arief Mulyadi.

Terima kasih atas kebersamaan, keterbukaan, dan inspirasi yang telah diberikan. Terima kasih pula atas kesempatan bagi kami untuk melihat lebih dekat perjuangan PNM dalam memperkuat ekonomi perempuan Indonesia.

Semoga segala ikhtiar dan kebaikan yang telah ditanamkan menjadi warisan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi saya, seorang pemimpin boleh saja meninggalkan jabatan, tetapi nilai-nilai baik yang diwariskannya akan terus hidup dalam ingatan dan karya orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.