Menteri Bahlil: RUU Migas Peluang Birokrasi yang Lebih Mudah

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, Bumntrack.co.id – Sejumlah pemangku kepentingan mengikuti FOREK Hulu Migas 2026 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, pada tanggal 28-29 Oktober 2026.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebutkan kondisi pasar minyak global yang tidak stabil akibat ketegangan geopolitik. Indonesia ikut terdampak karena beberapa jenis bahan bakar seperti LPG masih bergantung pada impor ditambah angka konsumsi energi domestik masih melebihi jumlah produksi.

Pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya perwujudan ketahanan energi, namun masih ada kendala-kendala seperti proses realisasi yang lambat.

“Kepada bapa dan ibu yang sudah memegang konsesi dan PoD (plan of development), tapi belum jalan, saya meminta untuk segera dieksekusi,” kata Bahlil pada hari Rabu (28/10).

Kementerian ESDM hendak mempermudah birokrasi melalui pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas. Langkah tersebut diambil sebagai solusi dari masalah perizinan yang berbelit-belit serta panjang.

Pengadaan energi yang optimal juga membutuhkan Iklim investasi yang pasti sehingga ada rencana memasukan aturan keringanan pajak pada tahap eksplorasi dalam RUU Migas.

“Tidak usah ada keraguan. Kalau ada masalah, kita bicarakan baik-baik,” ujar Bahlil sebelum prosesi peresmian FOREK Hulu Migas 2026.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.