BERITA

Menteri BUMN Bakal Pangkas 45 Permen Jadi 3 Permen

Bumntrack.co.id. Jakarta — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akan membentuk ‘Omnibus Law’ versi BUMN dengan menyederhanakan jumlah Peraturan Menteri (Permen) BUMN. Dirinya menilai jumlah Permen BUMN yang mencapai 45 Permen terlalu banyak.

“Kita mendorong Permen BUMN yang ada 45 dari 1998 sampai sekarang, InsyaAllah sebelum tutup tahun ini hanya tiga Permen, jadi omnibus law versi BUMN karena saya yakin direksi BUMN saya sendiri tidak baca 45 permen, kalau tiga saja cukup,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (14/12/22).

Tak hanya menyederhakankan Permen BUMN, dirinya juga terus mendorong penguatan Kementerian BUMN melalui rancangan undang-undang (RUU) BUMN agar keberhasilan transformasi dapat terus berkelanjutan siapa pun menterinya nanti. Melalui RUU BUMN, Kementerian BUMN akan lebih bersifat korporasi agar memiliki kinerja yang sehat seperti BUMN.

“Kita mau setelah BUMN sehat, kementeriannya mesti sehat. Inilah yang kita dorong di RUU BUMN, salah satunya bagaimana kalau BUMN memberikan dividen, tim saya di kementerian yang gajinya Rp4,5 juta sampai Rp5 juta mesti dapat merasakan dividen itu. Kalau tidak nanti kementeriannya tetap birokrasi, kecemburuan, sehingga BUMN-nya lari, kementeriannya birokrat,” tambahnya.

Pihaknya ingin Kementerian BUMN dapat lebih bertindak sebagai korporasi, ketimbang birokrasi. Hal ini pun telah dilakukan oleh Kementerian BUMN di negara lain. Erick juga bakal menerapkan blacklist atau daftar hitam bagi sejumlah individu agar tidak bisa masuk ke dalam BUMN.

“Kita akan mengumumkan yang namanya blacklist, individu-individu yang sudah terdeteksi korup atau pun yang rekam jejaknya ketika diberi kesempatan, mau pindah ke BUMN lain, kita blacklist. Ini sistem dan kita juga dorong yang namanya cetak biru 2024-2034 yang mana BUMN hanya menjadi 30,” kata Erick

Artikel Terkait

Back to top button