BERITA

Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun Namun LPG Naik Hingga 15 Persen

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan elpiji dan bahan bakar minyak di wilayah Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat yang meliputi Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, aman selama bulan suci Ramadan. Selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pertamina merupakan salah satu perusahaan yang dikecualikan, jadi tetap beroperasi.

“Penyaluran elpiji dan bahan bakar minyak ke masyarakat tetap dilakukan dengan memperhatikan protokol keamanan pencegahan COVID-19 serta kebijakan pemerintah pusat maupun daerah,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III, Dewi Sri Utami, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (5/5).

Melalui Satuan Tugas Ramadhan, Idul Fitri (Satgas Rafico), Pertamina tak berhenti menyalurkan energi di tengah kebijakan PSBB. Saat ini konsumsi BBM di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) mengalami penurunan sebagai dampak dari PSBB dan WFH.

Pada bulan April 2020, produk Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) turun sebesar 16 persen dan Gasoil (Dexlite dan Pertamina Dex) terkoreksi 15 persen, dibandingkan dengan konsumsi BBM normal. Pada kondisi normal, konsumsi rata-rata Gasoline mencapai 1.778 kilo liter (KL) per hari. Sedangkan, Gasoil pada kondisi normal adalah 958 KL/hari.

“Walau demikian, sebagai bentuk komitmen kami untuk melayani kebutuhan masyarakat, seluruh SPBU tetap beroperasi dan tidak ada yang tutup,” ujarnya.

Sementara kebutuhan elpiji di sektor rumah tangga saat ini meningkat, karena sebagian besar masyarakat kini beraktivitas dari rumah. Pada April, konsumsi elpiji nonsubsidi untuk sektor rumah tangga, yakni Bright Gas 5,5 KG dan 12 KG, naik 15 persen. Kenaikan serupa juga terjadi pada penggunaan elpiji bersubsidi 3 kilogram, mencapai 13 persen.

Sales Area Retail Cirebon sendiri telah melakukan penambahan pasokan (fakultatif) elpiji hingga 50 persen dari pasokan harian normal selama bulan April. Itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi elpiji.

“Kami memastikan stok BBM dan elpiji saat ini berada dalam kondisi penuh dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pada bulan Ramadan ini,” kata Dewi.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close