Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) secara resmi mempublikasikan hasil uji kinerja Rumah Modular Netro, sebuah inovasi hunian net-zero energy berbasis sistem modular. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi konkret terhadap tantangan krisis iklim serta mendukung akselerasi ekosistem konstruksi ramah lingkungan di Indonesia.
Berdasarkan data riil pengujian sensor selama tiga bulan pada periode musim kemarau (Mei hingga Agustus 2025), rumah masa depan hasil kolaborasi dengan PT DEX Solusi Transit ini terbukti mampu mempertahankan suhu ruang hingga 5 derajat Celsius lebih sejuk daripada suhu luar ruangan yang mencapai 38°C. Inovasi arsitektur berkelanjutan ini berjalan beriringan dengan efisiensi energi yang signifikan.
Biaya operasional kelistrikan untuk tipe menengah (Tipe 93) mampu ditekan hingga Rp8.700 per hari, menjadikannya salah satu cetak biru potensial bagi pasar properti hijau nasional. Pengembangan inovasi ini merupakan langkah strategis korporasi dalam menjawab tuntutan global terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.
“Netro bukan sekadar sebuah produk hunian inovatif, melainkan perwujudan nyata dari transformasi WEGE menuju era green construction. Melalui integrasi teknologi modular yang rendah emisi dan efisien secara energi, kami ingin membuktikan bahwa industri konstruksi nasional mampu tumbuh selaras dengan kelestarian lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang kami untuk mereduksi jejak karbon sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya di Jakarta, Rabu (3/6/26).
Pencapaian suhu ruang yang stabil tersebut didukung oleh spesifikasi teknis insulasi termal pada struktur bangunan. Netro memanfaatkan dinding sandwich panel (Dry Wall with Insulation) untuk mereduksi serapan panas matahari, yang dipadukan dengan High Albedo Roof untuk memantulkan radiasi. Berbeda dengan rumah konvensional dengan atap seng atau asbes yang rentan mengalami lonjakan suhu ruang hingga 35°C – 40°C saat cuaca terik, material presisi Netro sukses menjaga suhu dalam ruang rata-rata di kisaran 29,5°C hingga 33°C selama pengujian lapangan.
Kondisi termal tersebut berimplikasi langsung pada efisiensi konsumsi energi harian. Setiap unit Netro terintegrasi dengan Photovoltaic (panel surya) sebagai suplai energi alternatif guna mewujudkan kondisi net-zero energy. Aliran daya ini dikendalikan oleh Smart Wall, sebuah pusat kontrol energi yang menyajikan data kelistrikan secara transparan, memantau kualitas udara, serta terhubung secara real-time dengan aplikasi sertifikasi Green Building Council Indonesia (GBCI) Net Zero.
Melalui konsumsi daya rata-rata sebesar 5,75 kilowatt atau setara Rp8.700 per hari, Netro mampu memangkas biaya operasional kelistrikan hingga 65% jika dibandingkan dengan estimasi biaya operasional rumah konvensional yang dapat mencapai lebih dari Rp25.000 per hari akibat penggunaan pendingin ruangan (AC) secara intensif. Efisiensi ini didukung pula oleh konsep tata ruang terbuka (cross ventilation) melalui bukaan Louvre Window, Operable Window, Window Grill, Permeable Wall, serta integrasi Inner Court (taman tengah) sebagai akses utama sirkulasi udara alami dan pencahayaan siang hari.
Dari aspek pengembangan jangka panjang, Netro mengadopsi konsep Growing House (Rumah Tumbuh) yang adaptif. Konsumen dapat memulai kepemilikan dari unit kompak Tipe 33, lalu mengembangkannya secara bertahap hingga Tipe 129 di atas lahan seluas 105 meter persegi. Berbeda dengan perluasan rumah konvensional yang kerap menghasilkan tumpukan limbah material (construction waste), proses ekspansi sistem modular Netro dirancang presisi tanpa merombak total struktur pondasi awal, sehingga meminimalkan sisa material yang terbuang sia- sia.
Penerapan teknologi modular ramah lingkungan pada Netro ini sejalan dengan arah strategis perusahaan untuk terus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia, termasuk melalui proyek-proyek strategis nasional yang sedang berjalan saat ini. Pencapaian ini sekaligus menegaskan konsistensi WEGE dalam mewujudkan visinya “To be a trusted partner in creating an innovative and sustainable construction ecosystem,” serta mengimplementasikan prinsip bisnis yang selaras dengan tagline perusahaan, “Collaborating to build Sustainable Construction.”








