Perkuat Aspek Keselamatan, KAI Services Bekali Frontliner Keterampilan Tanggap Darurat

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, Bumntrack.co.id – Kesigapan dalam menghadapi situasi darurat menjadi kemampuan penting bagi petugas yang bertugas di lingkungan perkeretaapian. Untuk memperkuat kesiapan tersebut, KAI Services berkolaborasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar pelatihan dasar tanggap darurat bagi 46 frontliner pada 20–21 Oktober 2026 di Dipo Kereta Api Cipinang.

“Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran hingga penanganan korban yang membutuhkan pertolongan pertama. Peserta berasal dari berbagai wilayah operasional KAI Services di Pulau Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari prama dan prami, petugas kebersihan, praja praji, serta petugas keamanan (security),” kata Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita di Jakarta, Kamis (22/10/26).

Selama dua hari pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga menjalani serangkaian praktik untuk memahami langkah penanganan keadaan darurat secara tepat. Materi yang diberikan meliputi triase korban, penilaian awal kondisi korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan korban pingsan, pengendalian perdarahan, pembidaian cedera, hingga teknik evakuasi korban secara aman sesuai prosedur.

Kemampuan menghadapi kebakaran juga menjadi salah satu fokus pelatihan. Para peserta mengikuti simulasi pemadaman api dengan mempraktikkan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan selimut api (fire blanket) sebagai upaya penanganan awal untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan frontliner, terutama dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat.

“Dalam operasional pelayanan, keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama. Karena itu, setiap frontliner perlu memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik dalam menghadapi kondisi darurat. Melalui kolaborasi dengan Basarnas ini, kami ingin memastikan para petugas tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk mengambil tindakan awal secara cepat, tepat, dan profesional,” tambahnya.

Manfaat pelatihan tersebut juga dirasakan langsung oleh para peserta. Muhtar, salah satu peserta, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman berharga karena peserta dapat mempraktikkan langsung materi yang sebelumnya dipelajari secara teori.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami yang bertugas di lapangan. Kami belajar bagaimana menghadapi keadaan darurat, mulai dari menggunakan APAR dan selimut api hingga memberikan pertolongan awal kepada korban. Dengan praktik secara langsung, kami menjadi lebih memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat saat bertugas,” ungkap Muhtar.

Melalui pelatihan ini, KAI Services terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pelayanan operasional. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman prosedur yang memadai, para frontliner diharapkan mampu bertindak sigap ketika menghadapi keadaan darurat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pelayanan kereta api yang aman dan nyaman bagi pelanggan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.