BERITA

Pindad Sahkan RKAP 2023, Targetkan Kontrak Rp18,9 Triliun atau Tumbuh 10,2 Persen

Bumntrack.co.id. Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pindad bersama induk holding industri pertahanan DEFEND ID, PT Len Industri (Persero) serta anggota lainnya yakni PT DI, PT Dahana dan PT Pal Indonesia menyepakati Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2023.

“Pada RKAP tahun 2023, PT Pindad telah menyusun Program rencana kerja inisiatif strategi sesuai dengan 5 prioritas kementrian BUMN yang terdiri dari Prioritas A mengenai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, Prioritas B mengenai Inovasi Model Bisnis, Prioritas C mengenai Kepemimpinan Teknologi, Prioritas D mengenai Peningkatan Investasi, dan Prioritas E mengenai Pengembangan Talents,” kata Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (31/1/23).

RKAP 2023 PT Pindad juga menargetkan kontrak tahun 2023 sebesar Rp18,9 Triliun atau tumbuh 10,2 persen dari pra audit 2022 sebesar Rp 17,1 Triliun. Perolehan kontrak di tahun 2023 terdiri dari 71 persen berasal dari lini bisnis pertahanan dan 29 persen dari lini bisnis non pertahanan. PT Pindad juga menargetkan pendapatan tahun 2023 sebesar Rp 9,17 Triliun atau tumbuh 42,7 persen dari pra audit tahun sebelumnya sebesar Rp 6,43 Triliun. Perolehan pendapatan di tahun 2023 terdiri dari 61 persen berasal dari lini bisnis pertahanan dan 39 persen dari lini bisnis non pertahanan.

Dari segi Financial Performance, secara keseluruhan performa keuangan PT Pindad RKAP 2023 membaik dari pra audit tahun sebelumnya dengan rincian pendapatan mengalami kenaikan sebesar 42 persen, EBITDA sebesar 60,7 persen, Laba bersih sebesar 315,7 persen, Total Aset sebesar 14,8 persen, Cash Flow from operating activities (CFO) sebesar 556 persen, dan Ekuitas sebesar 30,9 persen.

Pada tahun ini, Tingkat Kesehatan Perusahaan berhasil mencapai skor tingkat perusahaan sehat A di pra audit 2022 dan ditargetkan kembali sehat A di RKAP 2023.

Dalam RKAP 2023 ini juga PT Pindad memiliki beberapa program prioritas di sektor Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang terdiri dari bidang pendidikan, bidang lingkungan, serta bidang pengembangan UMK.

Dewan Komisaris diwakili Komisaris Independen, Arlan Septia kemudian menyampaikan tanggapan atas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT Pindad tahun buku 2023 serta Rencana Kerja Anggaran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (RKA TJSL). Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur, Liliek Mayasari sebagai kuasa pemegang saham seri A dan Direktur Operasi PT Len Industri (Persero), Tazar Marta Kurniawan sebagai kuasa/perwakilan pemegang saham seri B kemudian memberikan tanggapan terhadap paparan Dirut Pindad.

“Terimakasih atas tanggapan dari dewan komisaris, pemegang saham seri A dan seri B, kami akan terus bekerja keras untuk memperbaiki kinerja perusahaan,” ujar Abraham Mose.

Artikel Terkait

Back to top button