Jakarta, Bumntrack.co.id- Dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI, Presiden Prabowo Subianto mengutarakan bahwa pemerintah telah merumuskan dan melaksanakan 121 kebijakan sejak pelantikan di Bulan Oktober 2024.
“Kerja keras dan keberanian mengambil keputusan telah mulai menunjukkan hasil,” tegas Presiden Prabowo, Jumat (14/8/26).
Salah satu program yang disebutkan dalam pidato adalah swasembada pangan. Ada delapan komoditas yang sudah swasembada, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai rawit, serta cabai besar. Agenda tersebut terwujud lebih cepat dari yang dari yang diproyeksikan.
“Saudara-saudara, kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah akan kita capai dalam 5-6 tahun ke depan,” tambah Presiden.
Berkaitan dengan pertanian dan pangan, Kepala Negara juga mengingatkan para pendengar bahwa pemerintah telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk sekaligus menurunkan harga pupuk sebesar 20%.
PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan kenaikan 252,8% atau keuntungan Rp8,51 triliun di semester 1 tahun 2026. Pemerintah, terutama Danantara, memiliki kontribusi penting terhadap hasil positif yang diraih Pupuk Indonesia, terlebih restrukturisasi BUMN merupakan kebijakan yang sedang gencar dilaksanakan oleh Pusat.
“Sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara, semua perubahan struktural ini bermuara pada satu hal, pupuk yang terjangkau dan lebih cepat sampai ke petani, dengan cost yang lebih sehat bagi negara serta menjaga ketahanan pangan,” ungkap Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dikutip dari website resmi perusahaan pada hari Jumat (14/8).
Pada sektor perikanan, pemerintah mendirikan 100 Kampung Nelayan Merah Putih beserta fasilitas penunjang. Sebelum tahun 2027, ada 1.386 kampung yang dijadwalkan rampung.
Ketidakstabilan kondisi global mendorong Indonesia untuk mandiri secara ekonomi. Presiden berpesan bahwa rakyat tidak boleh bergantung pasokan-pasokan dari luar karena situasi bisa berubah kapan saja.
Pangan merupakan salah satu fokus Istana. Pertama, isu rakyat kelaparan dipandang sebagai ancaman. Presiden berargumen bahwa untuk membangun manusia, negara harus mulai dari dasar, yaitu gizi. Itulah yang menjadi salah satu dasar dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kedua, pangan dapat dimanfaatkan sebagai energi seperti penggunaan kelapa sawit untuk biodiesel B50. Sejak peresmiannya di bulan Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar sehingga terjadi penghematan devisa senilai Rp170 triliun.
“Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita,” simpul Presiden Prabowo.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








