Jakarta, Bumntrack.co.id – TNI Angkatan Laut (AL) memperoleh satu unit kapal induk dari Italia pada hari Kamis minggu lalu (24/9). Seiring penggantian bendera, nama kapal diubah dari ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100. PT PAL Indonesia (Persero) bersama Fincantieri S.p.A juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menyusun rencana pembaruan serta modernisasi armada.
“Modernisasi kapal menuntut pemahaman yang utuh terhadap kondisi aktual platform, karakteristik sistem yang sudah terpasang, serta kebutuhan operasional pengguna. Karena itu, prosesnya harus dimulai dari assessment yang komprehensif,” ujar Direktur Utama PAL, Kaharuddin Djenod dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (1/10/26).
KRI Sriwijaya-100 akan dipetakan secara menyeluruh melalui inspeksi serta condition assessment untuk mematangkan proses pengerjaan, dari rekayasa (engineering) hingga tahap pengujian.
PAL memiliki pengalaman konstruksi dan modernisasi kapal, sedangkan Fincantieri selaku perancang ITS Giuseppe Garibaldi memegang pengetahuan mendalam tentang platform kapal.
“Kesepakatan hari ini mencerminkan hubungan yang kuat dan terus tumbuh antara Italia dan Indonesia di sektor angkatan laut dan pertahanan,” ungkap CEO sekaligus Managing Director Fincantieri, Pierroberto Folgiero, di Jakarta.
Kehadiran kapal induk diharapkan membawa terobosan bagi TNI AL di tengah situasi global yang relatif tidak stabil seperti persaingan geopolitik, kejahatan lintas negara, konflik bersenjata, dan sebagainya.
“Menghadapi perkembangan tersebut, Doktrin TNI AL Jalesveva Jayamahe menjadi salah satu landasan dalam memahami peran, fungsi, dan tugas TNI AL serta menghadapi perubahan karakter ancaman yang berkembang menuju perang hibrida multidimensi,” tutur Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, ketika memberikan kuliah umum di Bandung pada hari Rabu (30/9).
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








