Jakarta, Bumntrack.co.id — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI memberikan pembiayaan daerah maksimal sebesar Rp192 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk mendukung pembangunan dan peningkatan infrastruktur di wilayah tersebut. Pembiayaan tersebut mencakup peningkatan dan preservasi jalan, pembangunan jembatan, penataan kawasan strategis, serta rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan daerah irigasi.
Perjanjian pembiayaan ditandatangani pada 1 September 2026 di Kantor PT SMI, Jakarta, oleh Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, dan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta disaksikan oleh Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, dan sejumlah pejabat Provinsi Sulawesi Barat.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik. Kondisi jaringan jalan Provinsi Sulawesi Barat saat ini masih menghadapi tantangan, dengan sekitar 50,23% jaringan jalan masih memerlukan penanganan. Kondisi tersebut turut memengaruhi biaya operasional kendaraan, waktu tempuh, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, penguatan infrastruktur irigasi melalui rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan daerah irigasi pada D.I. Papalang Sampaga, D.I. Bantalaka, D.I. Lakejo, dan D.I. Tobadak diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan air bagi sektor pertanian. Infrastruktur irigasi yang lebih andal dapat mendukung peningkatan produktivitas lahan dan indeks pertanaman, memperluas luas tanam efektif, serta mengurangi risiko gagal panen. Hal ini menjadi semakin strategis mengingat sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyumbang 47,71% terhadap perekonomian Sulawesi Barat.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, mengatakan bahwa pembiayaan kepada Sulawesi Barat merupakan bagian dari upaya PT SMI menghadirkan pembiayaan yang menjawab kebutuhan pembangunan daerah secara menyeluruh.
“Infrastruktur jalan dan irigasi memiliki peran yang saling melengkapi dalam menggerakkan ekonomi daerah. Jalan yang lebih baik memperlancar mobilitas dan distribusi hasil produksi, sementara irigasi yang andal menjaga produktivitas sektor pertanian. Melalui pembiayaan ini, kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan memperkuat potensi ekonomi Sulawesi Barat,” ujar Reynaldi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (3/9/26).
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menyampaikan bahwa pembiayaan tersebut menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat sekaligus membuka potensi ekonomi daerah.
“Sulawesi Barat memiliki potensi besar, terutama dari sektor pertanian dan perkebunan, tetapi potensi tersebut membutuhkan infrastruktur yang memadai agar dapat berkembang secara optimal. Dukungan pembiayaan ini akan kami manfaatkan untuk memperbaiki konektivitas wilayah dan memastikan ketersediaan infrastruktur irigasi yang lebih baik. Dengan begitu, hasil produksi masyarakat dapat lebih mudah bergerak dan produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan,” pungkas Suhardi Duka.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan nasional. Peningkatan dan preservasi jalan mendukung Asta Cita ke-3, yaitu melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, sementara rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan daerah irigasi mendukung Asta Cita ke-2 melalui upaya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan air.
Secara makro, perekonomian Sulawesi Barat menunjukkan penguatan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,36% pada 2025, meningkat dibandingkan 4,76% pada 2024, dengan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp71,16 triliun. Penguatan infrastruktur jalan dan irigasi diharapkan semakin memperkuat fondasi pertumbuhan tersebut, khususnya dengan meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian, memperluas akses antarwilayah, meningkatkan produktivitas petani, menciptakan aktivitas ekonomi di perdesaan, serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di Sulawesi Barat.
Kerja sama ini semakin memperkuat peran PT SMI dalam memperluas ruang fiskal pemerintah daerah melalui alternatif pembiayaan di luar APBD. Dukungan pembiayaan daerah dari PT SMI memungkinkan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan tanpa mengurangi ruang anggaran untuk menjaga keberlanjutan kebutuhan dan layanan publik lainnya. Hingga Juni 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,41 triliun, dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp13,67 triliun.








