PT SMI Salurkan Pembiayaan Pembangunan RSUD di Padang Pariaman Senilai Rp69,7 Miliar

PT SMI Salurkan Pembiayaan Pembangunan RSUD di Padang Pariaman Senilai Rp69,7 Miliar
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mendukung peningkatan kualitas layanan publik melalui penyaluran pembiayaan kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sebesar Rp69,7 miliar untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Kecamatan Sungai Limau.

Pembiayaan tersebut terdiri atas pembangunan gedung rumah sakit, gedung nonmedis, gedung utilitas, dan kebutuhan mekanikal elektrikal sebesar Rp59,52 miliar; pengadaan alat kesehatan sebesar Rp8,36 miliar; pengadaan mebeler sebesar Rp1,3 miliar; serta pengadaan manajemen konstruksi sebesar Rp519,9 juta.

Pembangunan RSUD Tipe D di Kabupaten Padang Pariaman merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan jangkauan fasilitas kesehatan.

“RSUD Tipe D ini dirancang dengan kapasitas 50–60 tempat tidur yang dapat melayani sekitar 5–6 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui perluasan akses layanan kesehatan, memperpendek waktu tempuh masyarakat untuk memperoleh layanan medis, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar,” ujar Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (22/5/26).

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan apresiasi atas dukungan pembiayaan yang diberikan PT SMI kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

“Kepercayaan yang diberikan PT SMI kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sangat kami apresiasi. Untuk pembangunan RSUD ini, kami memperkirakan groundbreaking dapat dilakukan paling lambat pertengahan Juli, namun tentu semakin cepat akan semakin baik agar operasional rumah sakit juga dapat segera dirasakan masyarakat. Saya juga akan ikut memastikan kesungguhan kontraktor dalam pelaksanaannya, karena ini merupakan dana yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik, sehingga pengelolaannya harus tepat sasaran, efektif, dan efisien,” ujar John.

Pembangunan RSUD Tipe D di Kecamatan Sungai Limau diharapkan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat. Selama ini, sebagian masyarakat di wilayah utara Kabupaten Padang Pariaman harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk memperoleh layanan kesehatan rujukan, termasuk dalam kondisi kegawatdaruratan. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh pasien secara signifikan, memperkuat sistem rujukan layanan kesehatan, serta meningkatkan pemerataan akses layanan medis di daerah.

Selain memberikan manfaat dari sisi pelayanan kesehatan, RSUD ini juga diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang positif melalui penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM dan sektor pendukung, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan rumah sakit. Infrastruktur kesehatan yang memadai juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Secara ekonomi, Kabupaten Padang Pariaman memiliki struktur perekonomian yang didominasi oleh sektor transportasi dan pergudangan sebesar 22,10% dari total PDRB tahun 2025, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 20,49%, serta industri pengolahan sebesar 10,49%. Dominasi sektor transportasi dan pergudangan yang mencapai sekitar Rp5,15 triliun menunjukkan pentingnya dukungan infrastruktur dan layanan publik yang memadai untuk memperkuat mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil kajian kelayakan, proyek pengembangan RSUD ini menunjukkan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 4,80%, yang berada di atas BI Rate sehingga mencerminkan bahwa proyek layak untuk dilaksanakan dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan daerah.

Kerja sama ini semakin memperkuat portofolio pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah. Hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah PT SMI telah mencapai Rp37,44 triliun, dengan outstanding sebesar Rp15,25 triliun. Ke depan, PT SMI akan terus mendorong percepatan pembiayaan pembangunan guna mendukung pemerataan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.