Sah, Indonesia Ekspor Listrik ke Singapura

Indonesia Menyetujui Rencana Ekspor Listrik ke Singapura
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id- Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta pada hari Senin (6/7) dalam rangka mengikuti Leaders’ Retreat Indonesia–Singapura. Bersama Presiden Prabowo dan beberapa menteri Kabinet Merah Putih, kedua negara telah merumuskan 26 kesepakatan strategis.

Salah satu kebijakan yang disetujui dalam pertemuan di Istana Merdeka adalah perdagangan listrik lintas batas. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ditunjuk oleh Presiden untuk memastikan pelaksanaan ekspor listrik ke Singapura.

BPI Danantara juga menerima mandat untuk terjun ke bidang yang lain, termasuk bidang-bidang yang berkaitan erat dengan listrik seperti ekonomi digital dan keamanan siber. Hal tersebut memperkuat tanda bahwa Singapura dan Indonesia memiliki kepentingan regional yang sama.

“Kita sepakat bahwa kepentingan kita harus sama-sama dijaga dan harus kita lakukan kerja sama terus-menerus untuk menguntungkan kedua belah pihak,” tutur presiden Prabowo.

Perdagangan listrik lintas batas menguntungkan kedua negara dalam bentuk yang berbeda. Bagi Indonesia, ekspor listrik merupakan salah satu langkah mempererat hubungan bilateral, terlebih Indonesia memandang Singapura sebagai mitra yang krusial.

Singapura, pada sisi lain, sedang membutuhkan solusi atas isu ketahanan energi imbas konflik di Timur Tengah. Alhasil, keputusan Indonesia yang akan mengekspor listrik menjadi kesempatan yang menguntungkan bagi Negeri Singa. Kerja sama perdagangan listrik lintas batas belum difinalisasi. Pasalnya, masih ada kendala-kendala yang perlu diselesaikan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengakui bahwa BPI Danantara belum menentukan lokasi pembangunan pembangkit listrik.

Selain itu, Rosan menyebutkan bahwa pada pembangunan tahap pertama, baru 600-1.200 Giga Watt (GW) yang akan bisa dihasilkan, sedangkan angka ekspor listrik yang ditetapkan Indonesia adalah 3,4 GW.

Kendala lain yang masih didiskusikan adalah harga. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, Indonesia belum menerima penawaran nilai jual yang win-win.

“Kerja sama itu harus saling menguntungkan.” ujar Bahlil di Istana Merdeka.

Meskipun belum ada titik temu, Bahlil mengindikasikan bahwa proses diskusi antara Singapura dengan Indonesia akan rampung dalam waktu yang dekat atau harga jual akan segera ditentukan.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.