Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan lompatan kinerja pemasaran yang masif pada paruh pertama 2026 dengan lonjakan kontrak baru mencapai 510%.
Di tengah kondisi industri konstruksi yang dinamis, agresivitas perolehan proyek ini diimbangi dengan kedisiplinan Perseroan dalam menjaga stabilitas dan kesehatan finansial. Melalui pengendalian beban operasional serta konsolidasi liabilitas yang konsisten, WEGE terus memperkokoh fundamentalnya sebagai fondasi utama menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pencapaian paling menonjol pada Semester I/2026 terlihat pada kinerja pemasaran perseroan. WEGE berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp610,17 miliar. Angka ini melesat tajam secara Year-on-Year (YoY) sebesar 510% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu di angka Rp100 miliar.
Dari sisi postur keuangan, WEGE sukses memangkas total liabilitas secara signifikan menjadi Rp1,84 triliun pada 30 Juni 2026. Capaian efisiensi kewajiban ini merupakan perbaikan nyata dibandingkan posisi liabilitas pada periode yang sama tahun lalu (YoY) yang tercatat sebesar Rp2,53 triliun per 30 Juni 2025.
Penurunan kewajiban ini secara langsung memperkuat rasio-rasio solvabilitas dan likuiditas perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) WEGE tetap berada di level yang sangat sehat yakni 0,98x. Current Ratio WEGE saat ini berada pada 1,80x, secara rasio struktur likuiditas menunjukkan perbaikan, meskipun penguatan arus kas operasi tetap menjadi prioritas. Terjaganya rasio-rasio krusial ini turut didukung oleh total aset perusahaan yang berdiri kukuh di angka Rp3,72 triliun, dengan struktur ekuitas yang sangat solid sebesar Rp1,88 triliun.
Kinerja fundamental neraca yang semakin tangguh ini juga diiringi oleh resiliensi operasional perseroan. Selama Semester I/2026, perseroan tetap konsisten menjaga produktivitasnya dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp404,85 miliar, dengan torehan laba bruto senilai Rp22,41 miliar.
“Keberhasilan kami menurunkan liabilitas secara signifikan adalah bukti bahwa strategi lean and prudent yang kami jalankan berada di jalur yang tepat. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan, serta menjaga struktur permodalan yang sehat dengan mempertahankan DER di bawah 1x dan rasio likuiditas tetap terjaga di atas 1x. Neraca keuangan yang tangguh adalah pondasi esensial bagi WEGE untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (2/8/26).
Memasuki semester kedua, WEGE akan memperkuat eksekusi program turnaround melalui percepatan monetisasi aset dan restrukturisasi liabilitas. Perseroan memproyeksikan potensi pemulihan dana dari pelepasan aset (asset divestment) dapat melampaui nilai kewajiban jangka pendek yang ada. Selain itu, WEGE akan terus mengambil pendekatan yang selektif dalam menyasar kontrak-kontrak baru, dengan memprioritaskan proyek yang memiliki kepastian pendanaan (payment security) yang tinggi.
Lebih jauh, Perseroan terus mengkalibrasi strategi operasionalnya agar berpijak kuat pada pilar Environmental, Social, and Governance (ESG). Konsep keberlanjutan diterjemahkan WEGE melalui aksi nyata, mulai dari efisiensi energi, tata kelola material yang sirkular, hingga inovasi eco-friendly construction yang terbukti mereduksi dampak lingkungan secara masif. WEGE meyakini bahwa integritas ekologis merupakan elemen fundamental untuk memenangkan kepercayaan pasar dan menjaga profitabilitas jangka panjang.








