BERITA

Sinergi dengan Kementerian Parekraf, SMF Dorong PEN di Sektor Wisata

Jakarta, Bumntrack.co.id – Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kementerian Parekraf) menyediakan Pembiayaan Pembangunan Homestay di Destinasi Pariwisata Indonesia.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SMF dengan Direktorat Akses Pembiayaan Kementerian Parekraf, yang ditandatangani oleh Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Parekraf, Hanifah, Deputi Bidang Industri dan Investasi, Kementerian Parekraf, Fadjar Hutomo, dan Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman, yang disaksikan oleh serta Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo.

“Penyaluran pembiayaan homestay ini merupakan ini bagian dari komitmen SMF dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan oleh Pemerintah khususnya di sektor pariwisata, melalui pembiayaan homestay,” kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (12/11).

Perjanjian kerja sama tersebut melingkupi 5 hal yaitu pertama, fasilitas dan koordinasi terkait dengan kebijakan yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam melaksanakan pembiayaan pembangunan Pondok Wisata (Homestay) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Adapun KSPN adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata nasional yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.

Ke dua, yaitu pertukaran data dan/atau informasi yang dibutuhkan, ke tiga, pembiayaan Pondok Wisata (Homestay) di Destinasi Pariwisata Indonesia meliputi antara lain pendanaan dan pemberdayaan lembaga penyalur, ke empat pelaksanakan regulasi, profiling, promosi dan advokasi investasi di Destinasi Pariwisata Indonesia, dan ke lima, yakni monitoring dan evaluasi dalam rangka pertumbuhan pembangunan homestay.

SMF dalam kerja sama ini berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay kepada Masyarakat di Desa/Lokasi Wisata melalui Lembaga Penyalur dan pemberdayaan Lembaga Penyalur pada area Daerah Super Priotitas (DSP). Melengkapi peran tersebut, SMF berkoordinasi dengan Kementerian Parekraf, melakukan pendampingan kepada lembaga penyalur dalam rangka capacity building dan peningkatan peran serta masyarakat setempat.

Kerja sama yang ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Parekraf dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Nomor No. 166/MOU/SMF-KPEP/XI/2020 dan No.159/MOU/SMF-KPEP/X/2020, tentang “Dukungan Pembiayaan Pembangunan Homestay Di Destinasi Pariwisata Indonesia” yang ditandatangani pada tanggal 11 November 2020. Perjanjian kerja sama tersebut merupakan lanjutan dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah ditandatangani pada tahun 2019.

“Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI, di tengah pandemi ini SMF berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Terkait itu SMF siap untuk dan didayagunakan untuk dapat mendorong kembali pertumbuhan sektor pariwisata yang sejalan dengan program Pemerintah dalam memulihkan kondisi ekonomi nasional,” tambahnya.

Dirinya berharap kerja sama ini dapat menjadi sarana pengembangan potensi wisata di berbagai daerah di Indonesia kedepannya dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat serta mendukung Program PEN. “Kami meyakini bahwa bergeraknya homestay di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Indonesia akan menjadi salah satu pendorong bergeraknya sektor pariwisata. Selain itu, penyaluran pembiayaan bagi homestay juga akan menumbuhkan potensi ekonomi baik bagi pemilik homestay maupun masyarakat sekitar,” ungkap Ananta.

SMF optimis bahwa program pembiayaan homestay ini dapat memberikan dampak dari sisi dampak sosial, dimana pembiayaan homestay dapat meningkatkan kualitas aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, tingkat pendapatan, kualitas hidup, perdagangan, dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Parekraf, Fadjar Hutomo sangat berharap sinergi antara Kemenparekraf dengan PT. SMF akan semakin banyak pelaku pariwisata khususnya pemilik homestay yang mendapat fasilitasi akses pembiayaan hingga pada akhirnya akan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program Pembiayaan Homestay merupakan salah satu program penugasan khusus kepada SMF dari Pemerintah. Sepanjang tahun 2019 dan 2020, SMF telah bersinergi dengan Kementerian Parekraf dalam merealisasikan Program Kemitraan berupa Program Pembiayaan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang terletak di Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Show More

Artikel Terkait

Back to top button