Strategi Menteri Bahlil Naikkan Harga Minerba

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, Bumntrack.co.id – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa interaksi antarnegara sangat mempengaruhi perdagangan energi, baik itu diplomasi maupun konflik.

Contohnya, harga minyak mentah naik karena ketegangan geopolitik, meskipun Indonesia tidak ikut angkat senjata.

Pada saat yang sama, Indonesia merupakan negara yang kaya barang tambang, namun kesulitan untuk mengoptimalkan pendapatan ekspor.

Menteri ESDM menilai harga komoditas-komoditas dari Indonesia seharusnya tidak ditentukan oleh pihak asing.

Tata kelola minerba didorong sebagai solusi. Langkah tersebut pernah diterapkan dalam pasar batu bara.

Pada tahun 2025, harga batu bara anjlok akibat oversupply. Setelah penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), harganya bisa mencapai USD154.

“Ini strategi,” ujar pria asal Maluku itu.

Kebijakan serupa sedang diterapkan di sektor nikel. Harga jual yang terlalu murah akan memberi celah bagi negara lain untuk memborong nikel, lalu menjualnya ketika harga kembali tinggi.

Alhasil, Bahlil menyuarakan opsi moratorium smelter yang hanya menghasilkan nikel setengah jadi di atas panggung.

Selain pengaturan produksi, Bahlil menyebutkan dua langkah lain. Pertama, pengusaha minerba diwajibkan untuk mempekerjakan warga lokal agar terjadi pemerataan. Kedua, Bahlil meminta proses ekspor dilaksanakan tanpa negara perantara.

“Kedaulatan negara tidak bisa ditawar,” tegasnya setelah menyinggung sebuah negara tanpa menyebutkan nama.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.