BERITA

Tandatangani JVA, DAHANA-Pupuk Kaltim Bangun Pabrik Amonium Nitrat Senilai Rp1,1 Triliun

Jakarta, Bumntrack.co.id – Bangsa Indonesia akan memiliki Pabrik Amonium Nitrat yang akan menjadi penunjang bagi kemandirian ekonomi di bidang industri bahan peledak. Pabrik Amonium Nitrat sendiri sudah menjadi mimpi 30 tahun bangsa ini karena kemandirian industri pertahanan sangat penting bagi kedaulatan negara.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) atau perjanjian Usaha Patungan PT DAHANA (Persero) dengan PT Pupuk Kalimantan Timur.

“Dahana bersama PT Pupuk Kalimantan Timur telah melakukan studi banding dan kajian berbagai aspek seperti pasar, teknologi, peraturan perundangan, ketersediaan bahan baku dan sebagainya yang dibantu oleh konsultan independen bereputasi internasional. Untuk mendapatkan teknologi proses produksi AN yang handal dan terbukti, PT DAHANA (Persero) dan PT Pupuk Kalimantan Timur telah menggandeng BPPT yang membantu perusahaan dalam menilai dan mengkaji berbagai aspek terkait pemilihan teknologi AN serta merekomendasikan teknologi yang tepat yang akan dipakai dalam pabrik AN yang akan dibangun tersebut,” ujar Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/9).

Berdasar kajian yang dilakukan secara seksama, Pabrik Amonium Nitrat akan dibangun di Bontang, Kalimantan Timur, dengan kapasitas hingga 75.000 ton AN pertahunnya. Pabrik ini diharapkan mampu menumbuh-kembangkan turunan industri lainnya, menghemat devisa dari impor AN, menciptakan nilai tambah produk dalam negeri, dan tentunya menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia utamanya masyarakat Bontang.

Asisten Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN RI Heri Purnomo mendukung dan mendoorng agar Pabrik AN ini terlaksana sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pasalnya, pabrik pembuat bahan peledak industri pertambangan ini sangat penting bagi Kementerian BUMN dan Republik Indonesia pada umumnya.

“Kita berharap agar pembangunan pabrik ini dapat terealisasi tepat waktu untuk mendorong kemandirian industri bahan peledak dan pertahanan kita,” katanya.

Rencananya, pembangunan Pabrik AN yang dimenangkan tendernya oleh Konsorsium PT Wijaya Karya-Sedin Engineering Co. Ltd ini akan memakan waktu 30 bulan dan akan dimulai pembangunannya pada tahun ini. Total investasi pembangunan pabrik AN mencapai lebih kurang Rp1,1 Triliun yang didapat dari kredit investasi BUMN Perbankan ekuitas masing-masing pemegang saham.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close