Tangkap Peluang Infrastruktur Data Center, WEGE Perkuat Kapabilitas Modular

Tangkap Peluang Infrastruktur Data Center, WEGE Perkuat Kapabilitas Modular
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) merespons lonjakan kebutuhan infrastruktur digital akibat tren Artificial Intelligence (AI) dan cloud computing. WEGE menegaskan kesiapannya untuk menggarap proyek data center di Indonesia.

“WEGE tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun ekosistem infrastruktur digital yang menjadi fondasi ekonomi masa depan Indonesia,” kata R. Wahyu Alibasya Wisnu Wardhana, Vice President of Digital Transformation, Portfolio & Sustainability WEGE dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (13/8/26).

Sebagai Digital and Green Contractor, WEGE mengintegrasikan kapabilitas industrialized dan modular construction dengan teknologi digital, manajemen risiko, serta prinsip keberlanjutan untuk menghadirkan fasilitas yang lebih cepat, andal, dan terukur.

Dalam industri data center, time-to-market adalah nilai bisnis (business value) yang krusial bagi investor. Menjawab hal ini, WEGE menggunakan pendekatan modular dan prefabrikasi yang memungkinkan tahapan engineering, pengadaan, hingga konstruksi berjalan secara paralel.

Proses fabrikasi di lingkungan yang terkendali tidak hanya mengefisienkan waktu dan menekan pekerjaan ulang (rework), tetapi juga memastikan keandalan operasional. Dengan pemanfaatan Building Information Modeling (BIM), digital collaboration, dan Enterprise Risk Management (ERM), mitigasi risiko dapat dilakukan sejak dini, memastikan proyek unggul dalam hal kualitas, efisiensi energi, dan nilai jangka panjang.

Teknologi modular telah lama menjadi strategi inti off-site construction WEGE. Komitmen ini dibuktikan melalui produk WG Flatpack Modular yang telah mengantongi sertifikat Environmental Product Declaration (EPD) internasional, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) Perseroan.

Namun, WEGE menyadari bahwa teknologi harus didukung oleh ekosistem yang kuat. Transformasi ini diwujudkan dengan memperkuat kompetensi SDM, proses, dan rantai pasok (supply chain) secara bersamaan. Melalui kolaborasi strategis dengan manufaktur dan penyedia teknologi, WEGE mengorkestrasi pengelolaan proyek berbasis data hulu ke hilir.

Tren data center masa depan menuntut fasilitas yang AI-ready, modular-by-design, rendah karbon, dan data-driven. Kondisi ini mendorong WEGE untuk berevolusi dari sekadar kontraktor menjadi Integrated Development Partner.

“Ke depan, WEGE siap berkolaborasi dengan developer, operator, investor, dan penyedia teknologi untuk menghadirkan solusi infrastruktur konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” pungkasnya.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.