BERITA

Target 2020 Naik, PTBA Cari Pasar Baru

Jakarta, Bumntrack.co.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2019 PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetujui untuk membagikan dividen Rp3,65 Triliun. Jumlah dividen tunai yang dibagikan ini merupakan 90 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2019 sebesar Rp 4,1 Triliun. Pembagian pay out ratio mencapai 90 persen ini merupakan terbesar dalam sejarah BUMN yang listing di bursa saham

“Untuk target 2020, Perseroan merencanakan produksi batu bara sebesar 30,3 juta ton untuk tahun 2020 atau naik 4 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 29,1 juta ton,” kata Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin dalam teleconference di Jakarta, Rabu (10/6).

Selain itu, target angkutan pada 2020 menjadi 27,5 juta ton atau meningkat 13 persen dari realisasi angkutan kereta api pada tahun 2019 sebesar 24,2 juta ton. Sedangkan untuk volume penjualan batu bara tahun 2020, Perseroan menargetkan untuk meningkatkannya menjadi 29,9 juta ton yang terdiri dari penjualan batu bara domestik sebesar 21,6 juta ton dan penjualan batu bara ekspor sebesar 8,3 juta ton atau secara total sebesar 29,9 juta ton, meningkat 8 persen dari realisasi penjualan batu bara pada tahun 2019 sebesar 24,7 juta ton.

Sebagai upaya pengembangan usaha hilirisasi/pengolahan batu bara, PTBA bersama dengan para mitra strategis (potential offtaker, potential investor, dan pemilik teknologi gasifikasi batu bara), telah menandatangani dokumen-dokumen perjanjian kerjasama pada tahun 2019 yang kemudian mulai tahun 2020 dilanjutkan dengan tahap rancangan enjiniring lebih detil untuk persiapan pembangunan pabrik Coal To Chemicals setelah seluruh persyaratan prakonstruksisudah dipenuhi. Pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi komersial pada tahun 2025 dengan konsumsi batu bara sekitar 6 juta ton per tahun selama minimal 20 tahun.

Untuk mendukung optimasi pengangkutan batu bara, PT Bukit Asam Tbk telah bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia dan di awal tahun 2020 telah menyelesaikan pengembangan proyek angkutan batu bara jalur kereta api Tanjung Enim – Kertapati dengan kapasitas 5 juta ton/tahun, beserta pengembangan fasilitas Dermaga Kertapati. Sedangkan untuk proyek angkutan batu bara jalur kereta api arah Tanjung Enim – Tarahan (Tarahan-I) menjadi 25 juta ton/tahun pada akhir tahun 2020.

Meski jajaran direksi dan komisaris berubah, namin strategi perusahaan tidak banyak berubah. Dengan adanya pandemi ini, perusahaan terus mempertahankan produksi sembari mencari pasar baru. “Untuk belanja modal capex tetap Rp4 triliun. Dana cash setelah dikurangi deviden masih bisa mengcover capex. Nanti kalau perlu obligasi, akan kita lakukan. Sampai saat ini, belum ada rencana untuk obligasi,” pungkasnya.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button