Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengadakan executive session dengan tema Navigating Legal Risk in Corporate Decision Making) pada hari Jumat (26/6) di Jakarta dalam rangka meningkatkan kemampuan tata kelola perusahaan dan memahami informasi strategis seperti perkembangan regulasi.
Melalui pertemuan tersebut, Telkom juga berharap setiap kebijakan perusahaan berlandasan kepatuhan hukum, sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), serta mendukung kelanjutan pertumbuhan.
“Di tengah percepatan transformasi bisnis dan digital, perusahaan perlu terus memperkuat budaya kepatuhan serta tata kelola yang adaptif agar setiap keputusan strategis mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian dan kepastian hukum, namun tetap adaptif terhadap daya saing industri,” ungkap Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/7/26).
Menurut Andy, pemahaman atas KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dan KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) yang baru harus disertai shared understanding yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan kesamaan perspektif di antara para pengambil keputusan agar setiap kebijakan strategis memiliki landasan hukum yang kuat, proses yang akuntabel, dan mitigasi risiko yang komprehensif.
“Dengan demikian, perusahaan dapat bergerak lebih adaptif dalam menghadapi dinamika bisnis sekaligus menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan” katanya.
Demi menambah wawasan, Telkom mengundang dua figur sebagai pembicara, yakni Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia Eddy O.S. Hiariej dan Nien Rafles Siregar selaku Partner dari Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP) sekaligus Anggota Tim Perumus RUU Perubahan Undang-Undang Kepailitan dan PKPU.
Terkait sepak terjang dalam dunia legalitas, Telkom merumuskan tiga pilar Corporate Agility sebagai langkah untuk mendorong proses pekerjaan yang cepat dan tepat. Ketiga pilar tersebut terdiri atas:
Strategic Reinforcement: Memastikan setiap langkah bisnis berangkat dari strategi yang kuat dan terarah.
Compliance-First Mindset: Kepatuhan merupakan landasan dalam menghadapi dinamika bisnis dan transformasi.
Prudent Decision Making: Keputusan diambil secara terukur dan penuh pertimbangan.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








