Jakarta, Bumntrack.co.id – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa negara maju pasti memiliki inti (core) ekonomi yang kuat.
Hal tersebut menjadi alasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, maupun Sekolah Garuda didirikan supaya kesejahteraan utama rakyat terpenuhi.
Pada sektor makro, pemerintah membentuk Danantara untuk merapikan struktur BUMN secara fundamental sekaligus memacu perekonomian negara.
Meskipun tergolong sebagai badan investasi, basis Danantara adalah konsolidasi BUMN, bukan kelebihan fiskal seperti sovereign wealth fund pada umumnya.
“Keberlanjutan Danantara Indonesia tergantung pada pengelolaan BUMN-BUMN,” ujar Dony di Jakarta, ditulis Jumat (9/10/26).
Banyak pihak memandang pesimis pembentukan Danantara karena takut berakhir mengemulasi skandal 1MDB di Malaysia. Oleh karena itu, Danantara memisahkan urusan aset dan investasi melalui Danantara Asset Management (DAM) serta Danantara Investment Management (DIM).
Secara sederhana, DAM memiliki wewenang untuk mengatur internal BUMN, sedangkan DIM bertugas mengelola dividen yang diterima dari DAM.
“Jadi, tidak ada pencampuran risiko. Yang diinvestasikan adalah dividen,” tegas Kepala BP BUMN.
Sejak peresmian pada tahun 2025, Danantara telah menyelesaikan masalah-masalah yang umum terjadi di dunia BUMN seperti investasi macet, hutang tinggi, serta jumlah anak usaha yang terlalu banyak. Hasilnya, banyak BUMN yang mengalami peningkatan performa yang signifikan.
Di samping merehabilitasi usaha-usaha milik negara, Danantara hendak menciptakan lapangan kerja melalui industrialisasi. Salah satu sektor yang sedang disiapkan adalah industri tekstil sehingga Danantara juga mendorong perubahan regulasi.
“Tentu saja investasi tidak bisa dijalankan sendiri. Kita akan bekerja sama sebanyak mungkin dengan dunia usaha,” tambah COO Danantara.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








