BERITA

Tingkatkan Hasil Panen, PT Sang Hyang Seri Lakukan Restorasi Lahan Bersama Petani

Bumntrack.co.id. Jakarta – PT Sang Hyang Seri berupaya melakukan restorasi lahan di aset lahan Sukamandi, Kabupaten Subang untuk meningkatkan kualitas pertanian. Restorasi lahan ini dilakukan berdasarkan hasil riset IPB dan UGM yang menyatakan bahwa kualitas tanah semakin turun akibat eksploitasi secara berlebihan. Hal ini mengakibatkan tanah menjadi asam dengan Ph 5,5. Kualitas tanah dibawah standar, tentu akan berpengaruh kepada hasil produksi. Sehingga, PT Sang Hyang Seri dipercayai oleh negara untuk mengelola dan memperbaiki lahan tersebut.

“Dengan diadakannya program restorasi melalui swakelola tersebut dapat berhasil dan akan berdampak kepada kesejahteraan para mitra petani setempat akan meningkat. Kerjasama dilakukan dengan berbagai pihak untuk berjalannya perbaikan lahan ini seperti Pemerintah Daerah, Instansi Swasta, Perguruan Tinggi dan 144 Mitra Petani yang sudah terdaftar,” kata Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Maryono di Jakarta, Kamis (19/1/23).

Perbaikan baik dari segi teknis maupun tata kelola akan terus dilakukan oleh berbagai pihak baik dari perguruan tinggi serta swasta untuk melakukan riset. Meningkatnya kualitas lahan, akan berpengaruh kepada hasil yang didapat. “Tentunya hal ini akan membawa kesejahteraan bersama, tidak hanya untuk PT Sang Hyang Seri namun untuk kesejahteraan teman – teman petani,” tambahnya.

Salah satu kerjasama yang sudah terealisasi adalah kerjasama dengan PT Bio Konversi Indonesia. Melalui uji coba perbandingan penggunaan Pupuk Hayati dan Sistem Konvesional, didapatkan hasil bahwa penggunaan Pupuk Hayati dapat menekan biaya usaha, namun keuntungan hasil panen yang didapatkan meningkat hingga 9% dibandingkan Sistem Konvesional.

Dalam program restorasi lahan ini, PT Sang Hyang Seri memastikan bekerjasama langsung dengan petani di sekeliling areal yang terdaftar, agar segala kegiatan akan transparan, dan termonitor. Tahapan proses dan waktu diperlukan dalam peningkatan kualitas lahan, karena kondisi tanah yang terdegradasi perlu adaptasi untuk perbaikannya.

Kepala Desa Ciasem Girang, Kabupaten Subang, Tahroni mengatakan bahwa desanya sebagai penyangga desa yang dibatasi langsung dengan lahan PT Sang Hyang Seri mendukung program perbaikan pemulihan lahan ini.
“Warga kami mendukung program yang dilakukan PT Sang Hyang Seri karena akan meningkatkan pendapatan, dan program swakelola tidak akan menerima petani di desa kami. Karena PT Sang Hyang Seri tetap melibatkan petani,” ujar Tahroni.

Sementara, seorang petani penggarap lahan PT Sang Hyang Seri sempat mengeluhkan hasil panen yang mereka dapatkan tidak sampai 5 ton per hektar padahal dahulu bisa mencapai 9 ton per hektar. Petani tersebut juga baru mengetahui bahwa kerugian dan pencapaian panen tidak maksimal ini dikarenakan kualitas lahan yang buruk akibat kandungan organik yang rendah, dari himbauan PT Sang Hyang Seri serta tim konsultan perguruan tinggi.

“Kami juga baru tahu bahwa ternyata lahan Sang Hyang Seri sudah kurang layak untuk digunakan dari himbauan perusahaan sama konsultan perguruan tinggi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Back to top button