BERITA

Tol Langit Geliatkan Ekonomi Digital Indonesia Timur

Jakarta, Bumntrack.co.id – Pemerintah mengumumkan bahwa Palapa Ring Timur atau sering disebut “Tol Langit” sudah mulai berjalan. Tol Langit tersebut menjangkau 51 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Papua Barat, terdiri dari 35 kabupaten/kota layanan dan 16 kabupaten/kota interkoneksi. Infrastruktur backbone yang ada di Palapa Ring Timur terdiri dari kabel serat optik darat, kabel serat optik bawah laut, dan radio microwave.

Palapa Ring Timur memiliki infrastruktur jaringan sepanjang 6.878 kilometer serat optik darat dan bawah laut, serta segmen jaringan radio microwave sebanyak 49 hop. Secara total, Proyek Palapa Ring menghubungkan 90 kabupaten/kota yang terdiri dari 57 kabupaten/kota layanan dan 33 kabupaten/kota interkoneksi melalui jaringan kabel serat optik sepanjang 12.148 kilometer yang terdiri dari kabel optik darat dan bawah laut serta juga segmen jaringan radio microwave sebanyak 55 hop.

“Keberadaan palapa Ring Timur diharapkan bisa menggairahkan ekonomi digital di sana. Banyak peluang untuk membawa Indonesia bagian Timur menjadi primadona wisata dan ekonomi digital tanah air. Ada SDM bertalenta yang pastinya belum terekspos selama ini. Lalu ada juga lokasi wisata alam atau hal-hal menarik yang bisa dimaksimalkan dengan kecepatan internet yang merata di sana. Saya pikir tidak berhenti dengan menyediakan internet kencang saja, namun negara harus turut hadir untuk memberikan arahan apa saja yang bisa dilakukan,” terang chairman lembaga riset keamanan siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha di Jakarta, Selasa (15/10).

Menurutnya, jangan sampai internet ini bernasib seperti fasilitas olahraga yang disiapkan untuk event internasional namun terbengkalai pasca itu. Pemerintah harus memaksimalkan penggunaannya baik dari sisi ekonomi maupun SDM. Dari sisi birokrasi sendiri tentu Palapa Ring seharusnya bisa menjadi solusi e-Government seperti yang selalu disampaikan Presiden Joko Widodo.

“Dengan Palapa Ring Timur ini, akan mempercepat penambahan pemakai internet di tanah air. Bisa tembus ke angka 200 juta di akhir tahun 2020. Ini ada potensi ekonomi, apalagi data sekarang lebih bernilai dibandingkan minyak bumi,” jelasnya.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sampai akhir 2018, pemakai internet di tanah air sudah 171,1 juta dan didominasi oleh milenial. “Dominasi milenial ini tentu akan membuat aktivitas ekonomi digital di Indonesia bagian Timur terus bertambah. Namun syaratnya infrastruktur harus siap dahulu. Misalnya ojek online dan ekspedisi pengiriman barang untuk mendukung marketplace. Keduanya tidak bisa berjalan jika
infrastruktur dasar seperti jalan tidak ada atau sangat minim,” terangnya.

Pratama menggaris bawahi pentingnya negara mengelola dan mengamankan data masyarakat. Dengan semakin banyaknya penduduk Indonesia yang mengakses internet, artinya selain ada potensi ekonomi juga ancaman penyalahgunaan bertambah pula. Jaminan keamanan siber oleh pemerintah
juga harus dikuatkan. Ada BSSN yang bisa membantu pengamanan jaringan milik lembaga negara. Pengamanan juga bisa bekerjasama dengan pihak ketiga sepanjang sangat diperlukan. Selain itu pemerintah juga perlu hadir untuk memberikan jaminan stabilitas keamanan di sana. Jangan
sampai kemudian penyedia Jasa Internet (ISP) takut untuk membangun infrastruktur dan mendatangkan SDM ke sana.

Perlu diketahui bahwa potensi ekonomi digital Indonesia 2019 menurut Google mencapai US$ 40 miliar, diatas Thailand US$ 16 miliar dan Singapura US$ 12 miliar. Bahkan menurut Google potensi ekonomi digital tanah air pada 2025 mencapai puncaknya dengan US$ 133 miliar.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close