BERITA

Tranformasi Digital, Peruri Siapkan Capex Bisnis Digital Rp200 Miliar

Jakarta, Bumntrack.co.id – Sebagai BUMN, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) memiliki tugas penting sebagai pencetakan uang kartal rupiah, materai dan smart card. Penugasan pemerintah terkait pencetakan uang kartal dan logam dimulai sejak 1971 sehingga memengaruhi kondisi bisnis Perusahaan.

“Selama ini kondisi bisnis Peruri terbilang fluktuatif karena tingkat ketergantungan terhadap order pencetakan uang Rupiah dari BI masih berkontribusi sebesar 60-70 persen dari, sehingga perkembangannya mengikuti jumlah pesanan cetak uang Rupiah,” kata Direktur Pengembangan Usaha Peruri, Fajar Rizki di Jakarta, Rabu (8/1).

Sesuai prognosa 2019, pendapatan usaha Peruri tercatat sebesar Rp3,9 triliun atau meningkat 23 persen dibanding 2018 yang mencapai Rp3,1 triliun. Sedangkan Laba usaha sebesar Rp595 miliar atau meningkat 30 persen dibanding 2018 yang mencapai Rp456 miliar. Untuk Laba bersih, Peruri berhasil membukukan Rp360 miliar atau meningkat 25 persen dibandingkan 2018 yang mencapai Rp288 miliar. EBITDA sebesar Rp943 miliar atau meningkat 22 persen dibandingkan 2018 yang mencapai Rp770 miliar. Total aset sebesar Rp5,46 triliun atau meningkat 5 persen dibandingkan 2018 yang mencapai Rp5,05 triliun.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital di masyarakat serta guna mengantisipasi persaingan bisnis digital sekuriti yang semakin kompetitif, Peruri yang memiliki kompetensi dalam pengamanan dokumen sekuriti terus mengembangkan bisnis ke arah digital security platform yang bertujuan untuk membantu instansi/perusahaan dalam menjamin keaslian produk-produknya serta melindungi keamanan data perusahaan dan pelanggan. Sebagai bentuk kesiapan Peruri dalam menghadapi era digital, Peruri telah memiliki 3 produk digital security services yaitu Peruri Code, Peruri Sign dan Peruri Trust.

“Capex (belanja modal) Rp200 miliar khusus bisnis digital yang digunakan secara bertahap (multiyears). Sedankan untuk tahun 2020 sendiri, capex digital menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada, mulai dari membangun sistem hingga sertifikasi dari Kominfo,” jelasnya.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button