BERITA

Triwulan I/2021, PNM Raih Laba Bersih Rp186 Miliar

Jakarta, Bumntrack.co.id – Awal tahun 2021, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp186 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan sebelum audit di periode sama tercatat Rp1,76 triliun.

“Sebelum diaudit pendapatan PNM di Triwulan I/2021 mencapai Rp1,76 Triliun. Sedangkan laba bersih yang diperoleh sebesar Rp186 Miliar,” ujar EVP Keuangan dan Operasional PT PNM, Sunar Basuki dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (20/4).

Tak hanya pendapatan, pada awal tahun 2021 nasabah dan penyaluran pun ikut meningkat secara signifikan. Jumlah nasabah mengalami kenaikan lebih dari 38 persen dan kenaikan penyaluran sebesar 95 persen. “Ini merupakan kenaikan yang sangat signifikan, hanya dalam 3 bulan pertumbuhan nasabah naik menjadi 9 juta. Nasabah mengalami kenaikan 38,1 persen,” tambahnya.

Saat ini keuntungan PNM berasal pada kenaikan pada penyaluran yang juga dipengaruhi oleh dua faktor yakni tenor dan produk. Produk yang ditawarkan oleh PNM lebih menarik dibandingkan dengan pesaing yang ada disamping tenor jangka pendek yang diminati nasabah.

“Korelasi antara penyaluran dan jumlah nasabah ada pada jangka waktu dan produk, terutama PNM mekaar karena tenornya pendek, jadi nasabah bisa lebih dari satu kali pinjaman dalam satu tahun,” tambahnya.

PNM mencatat, kredit macet atau NPL gross kuartal I/2021 tercatat 0,78 persen (yoy) dari sebelumnya 1,62 persen pada tahun 2020, terjadi penurunan 55,1 persen. Adapun total aset perusahaan sampai akhir Maret 2021 tercatat Rp35,3 triliun dengan total liabilitas Rp29,5 triliun. Sedangkan total ekuitas Rp5,8 triliun. Sumber pendanaan mayoritas masih ditopang dari pasar modal yakni 61 persen, perbankan 28 persen dan pemerintah 11 persen.

“Total aset ini Rp33,5 triliun, ada kenaikan dari tahun 2020 yang tercatat Rp3 triliun,” katanya.

Selain itu, jumlah karyawan PNM juga naik menjadi 56.012 orang. Naik 2.000 orang dari tahun 2020. Mereka tersebar di 3.357 kantor yang ada di seluruh Indonesia. “Pada kuartal I/2021 sudah 2.000 karyawan baru, ini akan membantu menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kegiatan ekonomi kreatif,” tutupnya. (Reporter: Heri Dwi)

Artikel Terkait

Back to top button