Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) tengah mengerjakan secara optimal Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Lembaga DPR II di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebagai bagian dari konsorsium Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Nindya Karya dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, WEGE berfokus pada eksekusi seluruh tahapan konstruksi di lapangan secara terukur.
Dengan ritme kerja yang terstruktur dan komprehensif, manajemen memiliki optimisme tinggi terhadap penyelesaian proyek strategis bernilai kontrak Rp1,96 triliun tersebut. Progres pengerjaan di lapangan mencerminkan soliditas KSO dalam mengeksekusi proyek berskala masif, sekaligus komitmen nyata dalam menjaga tingkat efisiensi dan mutu bangunan yang menjadi prioritas utama.
Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya, menegaskan komitmen perseroan terhadap kelancaran dan kualitas proyek secara keseluruhan.
“Fokus operasional yang kami jalankan di Kawasan Lembaga DPR II bukan sekadar untuk memastikan proyek selesai sesuai kontrak. Lebih dari itu, kami ingin menjamin bahwa seluruh infrastruktur yang dibangun akan menjadi tolok ukur nasional dalam penerapan konstruksi hijau dan pintar. Sinergi yang kuat dalam KSO ini adalah fondasi kami untuk menjaga efisiensi kerja sekaligus menghadirkan kualitas bangunan yang prima demi masa depan IKN,” ujar Mahendra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (12/6/26).
Secara teknis, proyek berskala nasional ini berdiri di atas lahan seluas 68.666 m² dengan total luas konstruksi bangunan mencapai 100.652 m². Proyek ini dieksekusi melalui skema rancang bangun (design and build) yang terintegrasi.
Adapun lingkup pekerjaan yang digarap oleh konsorsium KSO ini terbagi ke dalam dua fokus utama yang dikerjakan secara paralel. Fokus pertama adalah pembangunan bangunan gedung yang mencakup area Gedung B2, C2, dan D, di mana pelaksanaannya meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, interior, hingga instalasi kelistrikan dan perpipaan atau Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP).
Sementara itu, fokus kedua adalah penataan kawasan yang terintegrasi, meliputi pengerjaan fondasi geoteknik, penataan lansekap, tata cahaya kawasan, infrastruktur jalan dan jembatan, serta penyediaan jaringan utilitas terpadu seperti saluran air minum, air limbah, dan drainase.
Dalam merealisasikan infrastruktur berskala nasional ini, proses pembangunan senantiasa diselaraskan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan yang menjadi visi IKN sebagai kota masa depan.
Proyek ini didesain secara ketat untuk memenuhi kriteria Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan sistem Bangunan Gedung Cerdas (Smart Building/BGC), yang dikolaborasikan dengan penerapan Building Information Modelling (BIM) level lanjut. Langkah nyata ini menjadi wujud dedikasi perusahaan untuk terus berkolaborasi membangun konstruksi yang berkelanjutan, sekaligus mengukuhkan posisi sebagai mitra terpercaya dalam menciptakan ekosistem konstruksi yang inovatif.







