Jakarta, Bumntrack.co.id — PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Sintang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Sejak 8 Agustus 2026 hingga saat ini, UBP Sintang aktif bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat setempat dalam upaya pemadaman di sejumlah titik terdampak, sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasional dan Kinerja PLN Indonesia Power yang berkelanjutan.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyampaikan bahwa keterlibatan UBP Sintang dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut sekaligus mencerminkan tanggung jawab PLN Indonesia Power dalam menjaga keandalan operasional kelistrikan yang selaras dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak. UBP Sintang berkomitmen untuk terus bersinergi bersama seluruh stakeholder terkait dalam merespons setiap kondisi di lapangan. Ketika dibutuhkan, kami siap mengoptimalkan sumber daya yang kami miliki dalam mendukung upaya penanganan karhutla,” ujar Bernadus di Jakarta, Senin (31/8/26).
Senada dengan Bernadus, Manager UBP Sintang Bayu Putra Surya Perdana menyampaikan bahwa keterlibatan UBP Sintang dalam penanganan karhutla merupakan wujud nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat sekaligus bagian dari komitmen menjaga Kinerja PLN yang andal dan berwawasan lingkungan.
“UBP Sintang berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD, Damkar, dan seluruh stakeholder terkait. Ketika terdapat laporan maupun permintaan bantuan dari pihak yang berada di lapangan, kami berupaya merespons dengan mengerahkan personel, sarana, serta dukungan air sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Bayu.
Penanganan karhutla ini melibatkan sinergi berbagai pihak, di antaranya BPBD Kabupaten Sintang, Polres/Polsek Sintang, Babinkamtibmas, Koramil 1205-07/Sintang, Damkar Sintang, Brimob, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sintang, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, tim gabungan telah menangani 10 titik lokasi karhutla yang tersebar di Desa Anggah Jaya (termasuk Dusun Sungai Ringin), Kelurahan Kedabang (termasuk area sekitar Pesantren Kedabang), Desa Mengkurai, dan Desa Balai Agung, dengan estimasi luas area terdampak sekitar 85 hektare di Desa Anggah Jaya, 10 hektare di Kelurahan Mengkurai, 5 hektare di Desa Balai Agung, dan 5 hektare di Kelurahan Kedabang. Sejumlah lokasi karhutla tersebut berada di sekitar ladang, permukiman warga, serta fasilitas umum seperti pesantren di wilayah Kedabang, sehingga upaya pemadaman dilakukan secara cepat untuk mencegah api menjalar lebih dekat ke area masyarakat.
Imam perwakilan dari BPBD Sintang Bagian Pranata Bencana Bidang Pencegahan dan Kesiagaan, mengungkapkan bahwa penanganan dilakukan secara menyeluruh di seluruh titik terdampak.
“Kami mencatat ada 10 titik lokasi yang tersebar di Desa Anggah Jaya, Kelurahan Kedabang, Kelurahan Mengkurai, serta Desa Balai Agung yang telah ditangani bersama tim dan stakeholder terkait,” ujarnya.
Dalam penanganan ini, UBP Sintang mengerahkan total 25 personel yang berasal dari berbagai fungsi terdiri atas 2 tim K3, 2 tim Lingkungan, 1 tim Humas, 2 personel Energy Primer, 5 tim Operasi, 3 tim Pemeliharaan, 7 personel/tim KSO, 1 driver KKC, dan 2 personel Security. Dukungan yang diberikan meliputi 1 unit mobil tangki air, 1 unit mobil Damkar UBP Sintang, kendaraan operasional untuk mobilisasi personel dan peralatan, suplai air untuk kebutuhan pemadaman, serta dukungan konsumsi bagi tim dan stakeholder yang terlibat.
Pemadaman dilakukan bersama para pemangku kepentingan melalui penyemprotan dan pembasahan area titik api, serta penyisiran lokasi yang masih mengeluarkan asap atau berpotensi kembali menyala. Pada beberapa lokasi dengan medan sulit dan akses terbatas, pemadaman dilakukan secara bertahap, dilanjutkan dengan pemantauan area sekitar untuk mengantisipasi bara atau titik panas yang masih tersisa di dalam tanah, khususnya pada lahan bergambut.
Berkat sinergi tersebut, api pada titik-titik yang ditangani berhasil dipadamkan dan penyebarannya dapat dikendalikan, sehingga membantu mengurangi potensi meluasnya area terbakar. Sejumlah warga di lokasi terdampak turut berhasil dievakuasi sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keselamatan masyarakat. Dari sisi lingkungan, pengendalian api juga dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke area hutan dan lahan lainnya serta mengurangi dampak terhadap lingkungan sekitar.
Ke depan, PLN Indonesia Power melalui UBP Sintang akan terus siap merespons setiap laporan maupun permintaan bantuan penanganan karhutla di wilayah kerjanya, sejalan dengan komitmen menjaga Kinerja PLN Indonesia Power yang andal, aman, dan ramah lingkungan.








