Jakarta, Bumntrack.co.id – Proyek kapal selam Scorpene yang dikerjakan oleh PT PAl Indonesia (Persero) bersama perusahaan manufaktur pertahanan maritim asal Prancis, Naval Group siap masuk ke tahap produksi pada Bulan Juli 2026.
Scorpene dipandang sebagai peningkatan (upgrade) dari kapal selam kelas Nagapasa yang diproduksi oleh PAL bersama Korea Selatan.
Direktur Utama PAL, Kaharudin Djenod, menuturkan bahwa Scorpene memiliki teknologi yang lebih baik, terutama pada aspek sumber energi. Berbeda dengan Nagapasa yang menggunakan diesel dan elektrik motor, Scorpene memakai teknologi berbasis baterai litium.
“Alhamdulillah, dari tipe Scorpene, Indonesia yang pertama kali akan membangunnya di tipe Evolved dan Indonesia akan pertama kalinya menggunakan itu,” ungkap Kaharuddin selaku narasumber dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh Indonesia Defense Magazine pada hari Sabtu (4/6/27).
Proyek Scorpene turut menjadi tonggak kemajuan sumber daya manusia (SDM). PAL tidak lagi mengirim rombongan besar ke luar negeri untuk melaksanakan transfer teknologi, melainkan hanya akan mengirim beberapa orang untuk belajar secara mendalam. Sepulang dari kegiatan studi, mereka akan melatih/mengajari tim-tim lain, didampingi supervisor dari Prancis.
Setidaknya ada dua tantangan yang muncul dalam pengerjaan proyek Scorpene. Pertama, PAL membutuhkan infrastruktur tambahan. Kedua, PAL sedang beradaptasi dengan metodologi manufaktur ala Prancis.
Kaharuddin menyebutkan bahwa PAL beserta Naval Group akan mempercepat realisasi, terlebih Presiden sudah memberi perintah kepada kedua pihak secara langsung. Alhasil, first steel cutting yang awalnya dijadwalkan di bulan Oktober 2026, dimajukan ke bulan Juli 2026.
PAL telah menunjukkan kesiapan dan kepercayaan diri. Selain sudah memenuhi Qualification Section, PAL mengajak media untuk meliput proses realisasi.
“Kami ingin rekan-rekan media melihat langsung bahwa pembangunan industri pertahanan tidak hanya berbicara mengenai hasil akhir berupa kapal selam, tetapi juga mengenai kesiapan ekosistem yang mendukungnya,” ujar Direktur Produksi PAL, Diana Rosa, di Surabaya.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








