Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat KA Makassar–Parepare telah melayani 1.001.002 pelanggan sejak awal beroperasi pada Oktober 2022 hingga 3 Juli 2026.
Capaian 1 juta pelanggan ini menjadi penanda bahwa kereta api semakin diterima masyarakat Sulawesi Selatan sebagai pilihan transportasi publik yang dekat dengan aktivitas harian, wisata, pendidikan, keluarga, dan ekonomi lokal.
Pada Januari–Juni 2026, KA Makassar–Parepare melayani 172.015 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 15,44 persen dibandingkan Januari–Juni 2025 sebanyak 149.014 pelanggan. Dengan demikian, terdapat tambahan 23.001 pelanggan pada semester I 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa kereta api memiliki basis komunitas yang kuat di mana pun layanan ini hadir. Menurut Anne, kereta api tumbuh bersama pelanggan, keluarga, pelajar, pekerja, pelaku wisata, komunitas lokal, UMKM, hingga pecinta kereta api.
“Kereta api selalu punya kedekatan dengan masyarakat. Di Sulawesi Selatan, kedekatan itu terlihat dari pertumbuhan pelanggan KA Makassar–Parepare dan capaian 1 juta pelanggan sejak awal beroperasi. Ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat menerima kereta api sebagai bagian dari mobilitasnya,” ujar Anne di Jakarta, Senin (6/7/6).
KA Makassar–Parepare memiliki nilai strategis karena menjadi bagian penting dari pengembangan perkeretaapian di Sulawesi. Kehadiran layanan ini memperluas manfaat transportasi publik berbasis rel di luar Jawa dan Sumatra, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat di Maros, Pangkep, Barru, dan wilayah sekitarnya.
Penguatan KA Makassar–Parepare juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pengembangan jaringan kereta api nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya pada Jumat, 12 Juni 2026, menyampaikan bahwa pembangunan jaringan kereta api nasional terus dipercepat untuk memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dalam pernyataan tersebut, penyelesaian pengoperasian KA Makassar–Parepare disebut sebagai salah satu proyek strategis yang tengah didorong pemerintah.
“Pernyataan Bapak Menteri Perhubungan menjadi penguat bahwa KA Makassar–Parepare punya peran penting, baik untuk mobilitas masyarakat maupun pengembangan konektivitas Sulawesi. Bagi KAI, pertumbuhan pelanggan ini menunjukkan bahwa masyarakat siap menjadikan kereta api sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Anne.
Proyek Kereta Api Makassar–Parepare sepanjang sekitar 144 km merupakan bagian dari jaringan Kereta Api Trans Sulawesi yang dirancang untuk menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Sulawesi. Jalur ini memiliki peran penting sebagai sarana transportasi di Sulawesi Selatan yang mendukung perjalanan penumpang dan perpindahan barang.
Secara strategis, KA Makassar–Parepare juga memiliki potensi besar untuk mendukung integrasi antarmoda. Jalur kereta api ini diproyeksikan terhubung dengan pusat aktivitas masyarakat, pelabuhan, terminal, kawasan ekonomi, dan destinasi wisata. Konektivitas tersebut dapat memberi manfaat lebih luas bagi warga, pelaku usaha, dan daerah.
“Ketika kereta api semakin terhubung dengan simpul transportasi lain, manfaatnya akan semakin terasa. Masyarakat punya pilihan perjalanan yang lebih mudah, pelaku usaha mendapat akses yang lebih baik, dan daerah memperoleh dorongan aktivitas ekonomi baru,” ujar Anne.
Menurut Anne, pertumbuhan pelanggan KA Makassar–Parepare juga memperlihatkan kekuatan komunitas sebagai bagian dari ekosistem perkeretaapian. Antusiasme warga, masukan pelanggan, dukungan komunitas lokal, serta interaksi masyarakat di sekitar stasiun menjadi energi penting dalam memperkuat layanan.
“Kereta api punya basis komunitas yang khas. Ada pelanggan harian, keluarga, pelajar, wisatawan, pedagang, UMKM, sampai komunitas pecinta kereta api. Mereka ikut membangun cerita kereta api di daerahnya masing-masing,” kata Anne.
KAI berharap capaian 1 juta pelanggan dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya naik transportasi publik di Sulawesi Selatan. Melalui layanan yang semakin dikenal masyarakat, KA Makassar–Parepare diharapkan terus memberi manfaat bagi mobilitas warga, pengembangan wisata, aktivitas ekonomi lokal, serta konektivitas antardaerah.
“KAI akan terus menjaga kepercayaan pelanggan melalui layanan yang aman, nyaman, tertib, dan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. KA Makassar–Parepare adalah bagian penting dari cerita baru perkeretaapian Indonesia di Sulawesi,” tutup Anne.








