BP BUMN Dorong Program TJSL Lebih Profesional

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, hadir sebagai pembicara dalam agenda FGD Series Peningkatan Maturitas Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam Program TJSL BUMN.

Forum ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN agar semakin terukur, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam diskusi, penguatan aspek Governance, Risk, and Compliance (GRC) menjadi fokus utama guna memastikan setiap program TJSL dijalankan dengan tata kelola yang baik, mitigasi risiko yang tepat, serta kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip keberlanjutan.

“BP BUMN terus mendorong implementasi TJSL yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga mampu menciptakan manfaat jangka panjang dan mendukung pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan,” kata Tedy Bharata dilansir dari Instagram BP BUMN di Jakarta, Jumat (8/5/26).

Melalui penguatan kolaborasi dan tata kelola, BP BUMN berkomitmen menghadirkan program TJSL yang semakin profesional, akuntabel, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Penguatan maturitas GRC dalam program TJSL dinilai menjadi langkah penting di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan efektivitas penggunaan dana sosial BUMN. Selama ini, tantangan utama program TJSL tidak hanya terletak pada besaran anggaran, tetapi juga pada kesinambungan program, pengukuran dampak, hingga sinkronisasi dengan agenda pembangunan nasional.

Pendekatan berbasis GRC juga menunjukkan adanya pergeseran paradigma TJSL BUMN dari sekadar aktivitas filantropi menuju strategi pembangunan sosial yang lebih terintegrasi dengan bisnis perusahaan. Dengan tata kelola yang lebih kuat, program TJSL diharapkan mampu mengurangi risiko tumpang tindih program, meningkatkan akuntabilitas, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap peran sosial BUMN.

Di sisi lain, penguatan aspek compliance menjadi semakin relevan seiring meningkatnya perhatian terhadap implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan korporasi. Bagi BUMN, kualitas pelaksanaan TJSL kini tidak hanya menjadi indikator kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga bagian dari reputasi dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Langkah BP BUMN mendorong profesionalisme TJSL juga dinilai sejalan dengan arah transformasi BUMN yang menempatkan penciptaan nilai ekonomi dan sosial secara berimbang. Dalam konteks tersebut, program TJSL tidak lagi dipandang sebagai biaya perusahaan, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat, mendukung pemberdayaan ekonomi lokal, serta menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.