CEO NOTES

Direktur Utama PT Bina Karya (Persero), Irman Indrayadi Membahagiakan Orang Lain

Pertumbuhan bisnis konstruksi di Indonesia semakin pesat seiring dengan digenjotnya sektor infrastruktur oleh pemerintahan Jokowi. Sebagai perusahaan BUMN yang membidangi jasa konsultan konstruksi, PT Bina Karya (Persero) ditantang untuk melahirkan berbagai inovasi mutakhir di bidang konstruksi agar tumbuh lebih baik.

“Tantangan utama bagi kami adalah mengubah pola pikir karyawan yang sebelumnya biasa-biasa saja menjadi lebih kreatif. Sebab jika seseorang tidak kreatif, bagaimana ia mampu berinovasi?” ungkap Direktur Utama PT Bina Karya (Persero), Irman Indrayadi seraya bertanya.

Untuk melahirkan ide-ide atau ragam inovasi, tentu dibutuhkan dorongan semangat dari pemimpin. Irman pun berusaha agar apa yang ia lakukan mampu menjadi panutan yang baik bagi para stafnya. Sehingga ia tak segan untuk turun langsung ke lapangan, berkomunikasi dengan karyawan, memetakan peluang mapun persoalan hingga memecahkan masalah secara bersama-sama.

“Kita harus mampu melakukan pendekatan ke seluruh karyawan hingga level paling bawah sekalipun. Ketika ada masalah, jika didiskusikan bersama maka masalah tersebut akan lebih mudah dan cepat teratasi, dibanding jika kita hanya memberikan tagline atau arahan saja. Jadi, kuncinya adalah membaur dengan karyawan,” kata Irman yang rutin melakukan olahraga demi menjaga kebugaran tubuhnya.

Urusan olahraga ternyata bukan baru-baru ini saja dilakoninya. Semasa kuliah, pria kelahiran 22 Juli 1962 ini aktif menjadi anggota pecinta alam. Ia pun kerap naik gunung bersama teman-temannya. Hampir semua pegunungan di Indonesia telah ia daki. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah pendakiannya ke Gunung Ceremai yang berlokasi di Jawa Barat.

Ketika itu, teman satu timnya ada yang tersesat. Mereka pun menempuh perjalanan lebih cepat dari biasanya, dari rata-rata waktu tempuh mendaki selama delapan jam, mereka cukup lalui dengan lima jam. Beruntung, di tengah perjalanan, sang kawan yang terpisah dari rombongan itu kembali ditemui dalam keadaan sehat.

Memorinya pun kembali berputar. Pria berperawakan jangkung ini yakin bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda untuk beradaptasi dengan lingkungan. “Mendaki gunung mengajarkan saya untuk bersabahat dengan alam,” selorohnya.

Ia pun memiliki prinsip hidup untuk senantiasa membahagiakan orang lain. Dirinya yakin, jika kita bisa membuat orang lain bahagia, maka kebahagiaan itu akan kembali kepada diri kita. “Jika ingin meraih kemenangan hakiki, raihlah kebahagiaan untuk orang lain. Kalau orang lain bahagia karena kita, itu tak ternilai harganya,” pungkas ayah tiga anak ini seraya tersenyum.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close