Jamkrindo Raih Penghargaan Keamanan Siber di Indonesia Technology Excellence Awards 2026

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) meraih penghargaan kategori Cybersecurity – Financial Services dalam ajang The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan media internasional Asian Business Review.

Penghargaan ini diberikan atas transformasi keamanan siber yang dijalankan Jamkrindo dalam memperkuat perlindungan sistem dan data, meningkatkan ketahanan operasional, serta menjaga keandalan layanan digital.

Transformasi tersebut merupakan bagian dari penguatan tata kelola teknologi informasi untuk memastikan keberlanjutan layanan di tengah meningkatnya risiko digital. Bagi Jamkrindo, keamanan siber ditempatkan sebagai bagian strategis dari manajemen risiko dan keberlangsungan bisnis, bukan sekadar aspek teknis.

Penguatan dilakukan secara bertahap melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup people, process, dan technology untuk membangun sistem yang adaptif dan responsif.

Direktur Operasional dan Jaringan Jamkrindo, Sigit Tjahjo Prabowo, mengatakan penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan membangun sistem keamanan siber yang adaptif dan berdampak nyata bagi bisnis.

“Transformasi tata kelola TI menjadi momentum membangun ketahanan digital yang lebih kuat. Kami menempatkan keamanan siber sebagai bagian dari strategi bisnis melalui penguatan teknologi, proses, dan kompetensi SDM. Tujuannya memastikan layanan tetap aman dan andal, sekaligus menjaga kepercayaan pemangku kepentingan,” ujar Sigit.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dan Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo mengembangkan transformasi dalam empat tahap. Periode 2021–2022 fokus pada pembangunan fondasi keamanan. Tahun 2022–2023 tahap evaluasi untuk mengukur dan memperkuat kapabilitas. Tahun 2023–2024 mendorong otomasi untuk meningkatkan efektivitas. Selanjutnya 2024–2029 fokus pada perbaikan berkelanjutan agar sistem adaptif terhadap risiko dan perkembangan teknologi.

Transformasi ditopang tiga pilar utama. Pertama, Cyber Strategy Framework berbasis National Institute of Standards and Technology (NIST) sebagai landasan tata kelola dan manajemen risiko. Kedua, Cybersecurity Intelligent Platform dengan arsitektur Zero Trust untuk memperkuat kontrol akses dan perlindungan sistem. Ketiga, AI Smarter Security yang mengintegrasikan artificial intelligence (AI) untuk deteksi dan analisis ancaman.

Pendekatan ini dijalankan melalui peningkatan kesiapan organisasi, penguatan proses pengamanan, dan pengembangan kompetensi insan Jamkrindo. Kesadaran keamanan informasi juga didorong di seluruh lini sebagai tanggung jawab bersama.

Dampaknya tercermin pada indikator kinerja. Jamkrindo mencatat penurunan kerugian finansial akibat serangan siber hingga 90% year on year. Mean Time to Respond (MTTR) terpangkas 87,5% menjadi satu jam. Waktu penemuan dan pemulihan data turun 83,3%, dari 12 jam menjadi dua jam.

Dari sisi tata kelola, tingkat kepatuhan meningkat menjadi 95%, naik 20% dari periode sebelumnya. Perusahaan juga mencatat penurunan 100% pada insiden tidak terdeteksi berdasarkan indikator yang digunakan.

Capaian tersebut memperkuat ketahanan operasional, terutama dalam melindungi data, menjaga ketersediaan layanan digital, dan meminimalkan gangguan proses bisnis. Keandalan ini penting bagi Jamkrindo dalam menjalankan layanan penjaminan dan mendukung perluasan akses pembiayaan UMKM.

Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat kemampuan pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan terhadap ancaman siber. Pemanfaatan AI akan terus dikembangkan secara adaptif dengan tetap memperhatikan tata kelola dan kebutuhan bisnis.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.