BERITA

Kembangkan Kompetensi SDM Kepelabuhanan, PT PMLI Teken MoU dengan Dirjen Perhubungan Laut

Jakarta, Bumntrack.co.id — Penggabungan atau integrasi yang dilakukan oleh empat operator pelabuhan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjadi tantangan dalam upaya penyetaraan standar operasional dan pelayanan di seluruh wilayah Indonesia baik pada pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo, swasta ataupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam upaya mewujudkan standarisasi bidang operasional dan pelayanan pelabuhan di seluruh wilayah Indonesia tersebut, tentulah harus didukung oleh kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) baik dalam bidang kepelabuhanan, maritim, maupun logistik. Sehingga secara paralel hal tersebut akan berdampak secara domino dalam efisiensi dan pemangkasan waktu pelayanan bongkar muat yang dilakukan di pelabuhan, yang pada akhirnya akan bermuara pada penurunan biaya logistik di Indonesia.

Sejalan dengan upaya dalam standarisasi operasional dan pelayanan jasa peIabuhan,maka PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI) salah satu institusi yang bergerak di bidang pelayanan dan jasa pengembangan SDM kepelabuhanan, kemaritiman, logistik, bisnis & Manajemen, leadership & culture berkomitmen untuk memaksimalkan pemanfaatan keunggulan program, digitalisasi, serta fasilitas yang dimiliki seperti ruang kelas dan fasilitas slmulator center. Selain itu PT PMLI juga merasa perlu untuk mengembangkan program pembelajaran melalui kerja sama dengan berbagai instansi baik swasta maupun pemerintahan yang potensial sebagai Subject Matter Expert (SME). Lebih lanjut diperlukan kerja sama dengan regulator yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan sertifikasi keahlian tertentu dalam bidang kepelabuhanan, maritim, logistik, maupun keahlian lainnya yang diperlukan.

Seperti halnya pada Senin, 30 Mei 2022 PT PMLI secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Bertempat di ruang Sriwijaya Gedung Karsa Kementerian Perhubungan RI, penandatanganan MoU dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama PT PMLI Chiefy Adi Kusmargono dan Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Mugen S. Sartoto. Kerja sama yang dilakukan antara PT PMLI dengan DJPL Kementerian Perhubungan tersebut adalah terkait dengan sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia bidang kepelabuhanan yang akan memberikan kontribusi dalam perkembangan kepelabuhanan dan maritim agar memenuhi standar operasi dan pelayanan yang dituntut oleh para pengguna jasa kepelabuhanan.

“Saya berharap kerja sama ini tidak akan lagi timbul eksklusifitas, namun inklusifitas dalam upaya pengembangan SDM. Dari adanya sinergi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada para SME dari eksternal untuk bisa membagi pengetahuan dan pengalamannya kepada para praktisi dan pembelajar kepelabuhanan, kemaritiman dan logistik di Indonesia,” kata Direktur Utama PT PMLI, Chiefy Adi Kusmargono di Jakarta, Selasa (31/5/22).

Menurutnya, selama ini sudah terjalin sinergi dalam rangka penataan fundamental program pelatihan yang selaras dengan penataan pengajar perpaduan dari Regulator, Praktisi dan Akademisi. “Sehingga diharapkan dengan penataan tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya mewujudkan kelancaran konektivitas transportasi laut yang tertuang dalam blue print Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” terangnya.

Plt. Dirjen Hubla menyambut baik kerja sama yang terjalin salah satunya agar dapat menghasilkan para praktisi kepelabuhanan yang dapat mendorong kinerja operasi dan pelayanan jasa kepelabuhanan berkelas dunia. “Saya sepakat dengan Dirut PT PMLI, sepengalaman saya di BPSDM jumlah ahli kepelabuhanan masih sedikit. Sehingga dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan para ahli/praktisi kepelabuhanan baru yang kompeten, mengingat cakupan wilayah laut Indonesia yang begitu luas juga dalam pembangunan dan penataan suatu pelabuhan bukanlah suatu perkara yang mudah,” kata Plt. Dirjen Hubla, Mugen S. Sartoto.

Dirinya berharap kerja sama ini dapat menjadi cikal bakal terciptanya institusi pendidikan murni maupun vokasi yang secara khusus memiliki program dalam pembangunan dan pengusahaan pelabuhan “Sampai saat ini sepengetahuan saya belum ada pendidikan murni maupun vokasi yang secara khusus membuat dan menyediakan program mulai dari perencanaan pembangunan, perencanaan fasilitas sampai dengan pengusahaan pelabuhan. Sehingga saya berharap ke depan apakah PMLI akan membuka program tersebut atau bekerja sama dengan intitusi pendidikan formal untuk mewujudkan hal tersebut, dan tentunya hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan Pak Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia” ungkapnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut para pejabat struktural DJPL diantaranya Direktur Kepelabuhanan Ir. Subagiyo., M.T, Kasubag Tata Usaha Galih Sudargo., S.AP., M.A, Kasubdit Tatanan dan Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Aries Wibowo., S.T., M.Sc, Kasubdit Perancangan dan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Yan Prastomo Ardi., S.T, Kasubdit Pengerukan dan Reklamasi Yudhonur Setyaji Paridjo., S.T., M.Sc, Kasubdit Pemanduan dan Penundaan Kapal Capt. Yohsua P.S.I Anthonie., M.M, M.Mar, dan Kasubdit Pelayanan Jasa dan Usaha Pelabuhan M. Masyahud., S.T., M.T. Sementara itu dari PT PMLI turut hadir VP Learning PT PMLI Oki Arditia Saputra, DVP Port, Maritime, & Logistics Planning & Evaluation Gisyari Nurul Istiqamah, DVP Legal & GRC Hani Tahliani, dan DVP Corporate Communication & CSR Ujang Ahmad Siddik.

Artikel Terkait

Back to top button