Kuartal I 2026, Pendapatan Garuda Indonesia Naik 5,36 Persen Menjadi USD762,35 Juta

RUPST Garuda Indonesia
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Sepanjang kuartal I 2026, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk grup mengangkut 5,42 juta penumpang, tumbuh 6,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,08 juta penumpang. Adapun pertumbuhan trafik tersebut turut ditopang oleh peningkatan frekuensi penerbangan sebesar 5,87% menjadi 19.337 penerbangan dibandingkan 18.265 penerbangan pada Kuartal I 2025.

“Pertumbuhan trafik tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan usaha konsolidasian Perseroan 5,36 persen menjadi USD762,35 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD723,56 juta. Pendapatan penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 7.36% menjadi USD648,10 juta dibandingkan USD603,69 juta pada Kuartal I 2025,” kata Direktur Utama Glenny Kairupan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (18/5/26).

Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen menjadi USD41,62 juta dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD75,93 juta.

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap. Fokus kami saat ini tetap diarahkan untuk menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable,” ujar Glenny.

Lebih lanjut, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan perbaikan tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) menjadi 91.01% pada Kuartal I 2026 dibandingkan 87.93% persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional armada, hingga akhir Kuartal I 2026 Perseroan berhasil mengoperasikan hingga 102 armada serviceable sebagai bagian dari akselerasi program return-to-service (RTS) aircraft yang saat ini terus dijalankan secara bertahap guna mendukung kebutuhan kapasitas penerbangan. Pada periode tersebut, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 2,47 juta penumpang, sementara Citilink⁠ mengangkut sebanyak 2,94 juta penumpang.

Menurut Glenny, fokus utama Perseroan saat ini tetap diarahkan pada penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan dan digitalisasi operasional secara berkelanjutan.

“Transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang. Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara,” tutup Glenny.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.