BERITA

Kuartal III/2022, SMF Salurkan Dana Pembiayaan KPR FLPP Capai Rp3,52 Triliun

Bumntrack.co.id. Jakarta – Sampai dengan kuartal III/2022, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menyalurkan dana untuk pembiayaan rumah mencapai Rp6,88 triliun kepada penyalur seperti bank, lembaga pembiayaan hingga perusahaan pembiayaan. Penyaluran dana tersebut terdiri dari pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Rp3,52 triliun dan komersial Rp3,36 triliun.

“Pada sektor pembiayaan perumahan, SMF berperan dalam pembiayaan perumahan MBR dan masyarakat yang tak mendapatkan subsidi (komersial). Untuk KPR FLPP, pemerintah melalui SMF memberikan bantuan uang muka hingga Rp4 juta. Selain itu, bunga yang diterapkan pun rendah hanya 5 persen dengan tenor yang panjang,” kata Direktur Keuangan dan operasional, SMF, Bonai Subiakto di Banyuwangi, Jumat (4/11/22).

Meskipun SMF dan Tapera sama-sama bergerak di sektor pembiayaan rumah yang dibiayai APBN, SMF memiliki kemampuan untuk melipatgandakan dana yang disuntikkan pemerintah melalui penerbitan surat utang. Dalam jangka waktu dekat, SMF akan segera melakukan sekuritisasi yang sempat vakum pada 2021 karena pandemi.

“Sekuritasi memang masih dalam proses pematangan, InsyaAllah akan dilaksanakan di kuartal IV tahun 2022,” jelasnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, SMF telah menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR mulai tahun 2006 sampai dengan 30 September 2022 mencapai sebesar Rp84,84 triliun. Penyaluran tersebut terdiri dari penyaluran pembiayaan sebesar Rp71,9 triliun, sekuritisasi KPR sebesar Rp12,79 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp156 miliar. Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 1,4 juta debitur KPR yang terdiri dari 57,43% pembiayaan, 25,22% KPR FLPP, 17,24% sekuritisasi dan 0,11% pembelian KPR.

SMF juga telah merealisasikan penerbitan surat utang melalui Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2022 dengan tingkat bunga tetap, sebesar Rp3 Triliun (tiga triliun Rupiah). Obligasi ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan VI SMF dengan nilai target dana yang akan dihimpun sebesar Rp17 Triliun (tujuh belas triliun Rupiah).

Sejak tahun 2009 hingga saat ini SMF telah melakukan penerbitan surat utang sebanyak 51 kali dengan total Rp50,4 triliun (lima puluh koma empat triliun Rupiah) yang terdiri dari 38 kali penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah (penawaran umum) sebesar Rp 45,63 Triliun (empat puluh lima koma enam tiga triliun Rupiah), 12 kali Medium Term Notes (Penawaran terbatas) sebesar Rp4,67 Triliun (empat koma enam tujuh triliun Rupiah) , dan satu kali penerbitan Surat Berharga komersial sebesar Rp120 Miliar (seratus dua puluh miliar Rupiah).

Terkait transaksi sekuritisasi, sejak tahun 2009 sampai dengan Triwulan III Tahun 2022, SMF telah berhasil memfasilitasi 14 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp12,79 triliun. Saat instrumen investasi lain tertekan di tengah wabah pandemi, Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) yang diterbitkan oleh SMF justru berhasil mempertahankan rating idAAA. Kondisi tersebut mencerminkan struktur EBA-SP yang diterbitkan SMF solid.

Artikel Terkait

Back to top button