Masuki Musim Hujan, KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Aliran Atas Commuter Line

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta meningkatkan pengamanan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) memasuki musim penghujan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, termasuk sambaran petir dan pohon tumbang, guna menjaga keandalan pasokan listrik serta mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan Commuter Line. Jaringan LAA dan peralatan di gardu traksi telah dilengkapi berbagai sistem proteksi untuk meminimalkan risiko gangguan akibat sambaran petir.

“Memasuki musim penghujan, kami meningkatkan pemeriksaan dan perawatan sistem proteksi petir pada jaringan LAA. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk menjaga keandalan prasarana dan mendukung perjalanan Commuter Line yang aman dan lancar,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo di Jakarta, Selasa (27/10/26).

Salah satu perangkat proteksi yang digunakan adalah Overhead Ground Wire (OHGW), yakni saluran pelindung yang dipasang sepanjang jaringan LAA dan terhubung ke tanah melalui sistem pentanahan pada setiap tiang. Selain itu, KAI memasang arrester atau perangkat pelindung dari lonjakan tegangan pada tiang jaringan LAA dengan jarak setiap 500 meter.


Pengamanan juga dilakukan melalui pemasangan penangkal petir di setiap gardu traksi serta arrester pada peralatan LAA di dalam gardu. Sistem proteksi tersebut berfungsi mengurangi risiko kerusakan pada komponen jaringan, seperti kabel feeder, messenger, dan kawat trolley, serta peralatan kelistrikan di gardu traksi.

Franoto menjelaskan, upaya pengamanan dilakukan melalui perawatan rutin bulanan terhadap peralatan proteksi petir, penguatan dan perbaikan sistem pentanahan, serta peningkatan intensitas pemeriksaan di wilayah rawan sambaran petir. KAI juga melakukan penggantian perangkat proteksi yang mengalami penurunan kinerja, termasuk arrester, penangkal petir, dan saluran OHGW.

“Pemeriksaan dan perawatan dilakukan untuk memastikan perangkat proteksi berfungsi dengan baik. Apabila ditemukan penurunan kinerja, petugas akan melakukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan di lapangan,” kata Franoto.

Selain memastikan keandalan sistem kelistrikan, KAI Daop 1 Jakarta juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan dari lingkungan sekitar jalur kereta api selama musim penghujan. Salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah pohon tumbang atau dahan patah akibat hujan deras dan angin kencang, yang dapat mengganggu jaringan LAA maupun kelancaran perjalanan kereta api.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, KAI mengimbau masyarakat serta instansi yang memiliki atau mengelola pohon di sekitar jalur kereta api agar secara berkala memeriksa kondisi pohon dan melakukan pemangkasan atau penebangan terhadap pohon yang berpotensi tumbang. Penanganan pohon yang berada dekat jaringan listrik maupun jalur kereta api harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan KAI guna memastikan keselamatan selama proses pengerjaan.

“Pada musim hujan, pohon yang rapuh atau dahannya terlalu dekat dengan jaringan LAA berisiko tumbang akibat hujan dan angin kencang. Kami mengajak masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama mengantisipasi risiko tersebut dengan berkoordinasi bersama KAI sebelum melakukan penanganan,” ujar Franoto.

KAI juga mengimbau pelanggan untuk memantau informasi cuaca dan jadwal perjalanan melalui kanal resmi serta menyediakan waktu lebih untuk menuju stasiun. Pelanggan disarankan membawa payung atau jas hujan, melindungi barang berharga dari air, mengenakan alas kaki yang tidak licin, dan tetap berhati-hati saat melintasi area stasiun yang basah.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.