Mulai Maret 2026, Ruang Tunggu KA Feeder Whoosh di Stasiun Bandung Beralih ke Area Baru

Mulai Maret 2026, Akses dan Ruang Tunggu KA Feeder Whoosh di Stasiun Bandung Beralih ke Area Baru di Sisi Barat
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – KCIC bersama KAI akan melakukan penataan ulang akses penumpang KA Feeder Whoosh di Stasiun Bandung dengan memusatkan seluruh aktivitas keberangkatan dan kedatangan melalui ruang tunggu baru KA Feeder yang terletak di sisi barat Stasiun Bandung, tepatnya di depan Masjid Al Mu’min. Untuk menuju area tersebut, penumpang dapat melalui akses Pintu Utara Stasiun Bandung dari Jalan Kebon Kawung.

Ruang tunggu KA Feeder baru di sisi barat Stasiun Bandung memiliki area yang lebih luas serta fasilitas yang lebih modern, dengan kapasitas lebih dari 300 tempat duduk, meningkat dari sebelumnya sekitar 200 tempat duduk di ruang tunggu KA Feeder lama di sisi timur. Setelah diberlakukan, seluruh aktivitas ruang tunggu, boarding, drop off, dan pick up KA Feeder akan terpusat di area baru.

Dengan beroperasinya area ruang tunggu baru untuk KA Feeder di sisi barat Stasiun Bandung, seluruh akses lama KA Feeder di sisi timur dan selatan tidak lagi melayani keberangkatan maupun kedatangan KA Feeder. Penyesuaian akses ini mulai diberlakukan pada awal Maret 2026.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, informasi ini penting untuk diketahui seluruh penumpang agar tidak mengalami keterlambatan saat akan menuju ruang tunggu KA Feeder di stasiun karena setiap jadwal KA Feeder sudah diselaraskan dengan keberangkatan Whoosh dari Stasiun Padalarang.

“Kami mengimbau penumpang Whoosh yang akan menggunakan KA Feeder dari Stasiun Bandung agar mulai menyesuaikan keluar dan masuk kendaraan ke Stasiun Bandung melalui Pintu Utara dari Jalan Kebon Kawung,” ujar Eva di Jakarta, Jumat (27/2/26).

Untuk memudahkan penumpang, KCIC bersama KAI akan memasang rambu dan penunjuk arah di sejumlah titik strategis Stasiun Bandung serta menyiagakan petugas tambahan selama masa transisi, termasuk penempatan petugas di area ruang tunggu lama agar dapat mengarahkan penumpang ke area baru sehingga proses perpindahan akses berjalan tertib serta perjalanan penumpang tetap lancar.

“Penataan akses dilakukan untuk menciptakan pergerakan penumpang yang lebih tertib, aman, dan efisien, khususnya pada jam sibuk. Dengan sentralisasi akses ini, alur penumpang menjadi lebih tertata serta dapat meningkatkan kenyamanan integrasi KA Feeder dengan Kereta Cepat Whoosh, seiring tingginya mobilitas penumpang,” tambah Eva.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.