Peningkatan Keselamatan di 33 Perlintasan KAI Daop 1 Jakarta, 16 Lokasi Masuk Tahap Pekerjaan

KAI Programkan Peningkatan Keselamatan di 33 Perlintasan Daop 1 Jakarta, 16 Lokasi Masuk Tahap Pekerjaan
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui program peningkatan fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang.

Sebanyak 33 titik perlintasan sebidang di wilayah Daop 1 Jakarta yang dapat dilalui kendaraan roda empat masuk dalam program peningkatan fasilitas keselamatan tahun 2026. Dari jumlah tersebut, hingga 31 Agustus 2026 sebanyak 16 lokasi telah memasuki tahap pekerjaan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan teknis masing-masing titik.

Berdasarkan progres pekerjaan hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 16 lokasi telah masuk dalam tahapan pekerjaan, dengan progres yang berbeda di setiap titik, mulai dari pekerjaan persiapan lahan dan pondasi, pemasangan fasilitas sanitasi dan pendukung, hingga pemasangan bangunan modular.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mendukung keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perlintasan.

“Pada tahun 2026 terdapat 33 titik yang masuk dalam program peningkatan fasilitas keselamatan perlintasan di wilayah Daop 1 Jakarta. Hingga akhir Agustus, 16 lokasi telah memasuki tahapan pekerjaan dengan progres yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan teknis masing-masing lokasi,” ujar Franoto di Jakarta, Rabu (2/9/26).

Menurut Franoto, pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap. Tahapan tersebut antara lain meliputi land clearing, pemasangan bowplank, pekerjaan pondasi dan batu kali, pembangunan fasilitas sanitasi seperti biotank dan sumur resapan, penyediaan toren dan daya listrik, hingga pemasangan bangunan modular.

“Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, tahapan pembangunan tidak selalu berlangsung secara bersamaan. KAI memastikan pekerjaan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi aktual lapangan, kesiapan lokasi, serta aspek teknis dan keselamatan,” jelas Franoto.

16 Lokasi Masuk Progres Pekerjaan

Berdasarkan rekap progres pekerjaan hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 16 lokasi tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Jakarta Barat, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Karawang, dan Kota Depok.

Adapun progres pada masing-masing lokasi meliputi:

  1. Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 124 KM 51+733, Kabupaten Bekasi
  2. Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 126 KM 52+830, Kabupaten Bekasi
  3. Petak Tambun–Cibitung, JPL 98 KM 34+4/5, Kabupaten Bekasi
  4. Petak Tigaraksa–Cikoya, JPL 156 KM 58+256, Kabupaten Tangerang
  5. Petak Kalideres–Poris, KM 12+650, Jakarta Barat
  6. Petak Bojong Gede–Cilebut, JPL 26C KM 43+272, Kabupaten Bogor
  7. Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 129 KM 55+390, Kabupaten Bekasi
  8. Petak Pondokranji–Jurangmangu, KM 21+524, Kota Tangerang Selatan
  9. Petak Sudimara–Rawa Buntu, KM 28+647, Kota Tangerang Selatan
  10. Petak Cisauk–Cicayur, JPL 98 KM 34+050, Kota Tangerang Selatan
  11. Petak Poris–Batuceper, JPL 23A KM 15+595, Kota Tangerang
  12. Petak Klari–Kosambi, JPL 169 KM 72+103, Kabupaten Karawang
  13. Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 16+330, Kota Tangerang
  14. Petak Pondokcina–Depok Baru, KM 29+103, Kota Depok
  15. Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 16+710, Kota Tangerang
  16. Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 17+650, Kota Tangerang

Franoto menjelaskan, progres tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pembangunan tidak hanya terpusat pada satu lintas, tetapi tersebar di sejumlah wilayah operasional Daop 1 Jakarta sesuai hasil inventarisasi dan kebutuhan di lapangan.

Joint Inspection Pastikan Kesiapan Teknis

Sebelum pekerjaan dilaksanakan, sejumlah lokasi juga telah melalui joint inspection bersama pihak-pihak terkait untuk memastikan kondisi aktual lapangan serta kesiapan teknis pembangunan.

Joint inspection dilakukan antara lain untuk mengidentifikasi kondisi lahan, keberadaan bangunan maupun fasilitas eksisting, kebutuhan penyesuaian pekerjaan, akses menuju lokasi, serta berbagai aspek teknis lainnya.

“Pembangunan tidak semata-mata mengejar kecepatan penyelesaian. Yang lebih penting adalah memastikan fasilitas tersebut dibangun sesuai kebutuhan lapangan dan nantinya dapat berfungsi optimal dalam mendukung keselamatan,” kata Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap progres pekerjaan serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar seluruh tahapan dapat berlangsung dengan aman dan sesuai ketentuan.

KAI Ingatkan Disiplin di Perlintasan

Franoto menegaskan bahwa peningkatan fasilitas keselamatan di perlintasan harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan pengguna jalan.
Keberadaan fasilitas maupun petugas di perlintasan tidak menghilangkan kewajiban setiap pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi jalur kereta api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang. Kurangi kecepatan, patuhi rambu, berhenti dan pastikan kondisi aman dengan melihat kanan dan kiri sebelum melintas, serta jangan pernah memaksakan diri ketika kereta api akan lewat,” ujar Franoto.

KAI mengingatkan bahwa kereta api memiliki karakteristik berbeda dengan kendaraan jalan raya. Dengan bobot dan panjang rangkaian yang besar, kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak.

Karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan pengguna jalan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Peningkatan fasilitas adalah salah satu bagian dari upaya keselamatan. Namun keselamatan di perlintasan membutuhkan peran bersama. Infrastruktur yang semakin baik harus diiringi kepatuhan terhadap aturan dan budaya tertib seluruh pengguna jalan,” tutup Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan melalui pembangunan dan peningkatan fasilitas perlintasan, evaluasi kondisi lapangan, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta edukasi kepada masyarakat.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.