BERITA

Semester I/2023, Laba Bersih IPCC Meroket 21,51 Persen

BUMN Track. Jakarta – Pada pertengahan Juli 2023 Direksi IPCC telah menyampaikan pencapaian kinerja keuangannya yang di submit kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI / IDX). IPCC berhasil mengangkat Pendapatan Usaha di paruh pertama tahun ini yang naik 21,37 persen (YoY) menjadi Rp366,96 miliar dari sebelumnya Rp302,34 miliar.

“Adapun Pelayanan Jasa Terminal masih mendominasi mesin pencetak uang bagi IPCC dengan kenaikan mencapai 18,47 persen (YoY) di semester pertama tahun ini menjadi Rp336,13 miliar. Lalu, diikuti dengan Pelayanan Jasa Barang yang tercatat Rp20,26 miliar atau naik 28,65 persen. Sementara itu, Pelayanan Rupa-rupa dan Pengusahaan Tanah, Bangunan, Air, dan Listrik yang juga menyumbang kenaikan pendapatan,” kata Investor Relation IPCC, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (20/7/23).

Dengan kenaikan pendapatan tersebut IPCC mampu mengangkat perolehan labanya. Beban Pokok Pendapatan IPCC di semester pertama tahun ini naik 12,25 persen menjadi Rp194,20 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp173 miliar. Alhasil Laba Kotor IPCC pun turut terdongkrak 33,58 persen menjadi Rp172,76 miliar. Adapun EBITDA berhasil di raih IPCC dengan kenaikan Rp35,26 persen menjadi Rp191,29 miliar seiring dengan kenaikan Laba Usaha IPCC di tengah tahun pertama ini sebanyak 33,57 persen menjadi Rp108,22 miliar.

“Pada bottom line, IPCC mampu menorehkan angka Laba Tahun Berjalan sebesar Rp78,92 miliar atau meningkat 73,77 persen. Dengan demikian, EPS pun meningkat dari Rp24,98 di semester pertama tahun sebelumnya menjadi Rp43,40 di periode yang sama di tahun ini,” tambahnya.

Dari sisi rasio profitabilitas pun juga menunjukan kinerja yang baik. Seiring dengan kenaikan Laba Tahun Berjalan tersebut di atas membuat Net Profit Margin IPCC di semester pertama tahun ini melambung menjadi 21,51 persen dari periode yang sama di tahun lalu sebesar 15,02 persen.

“Begitupun dengan angka Gross Profit Margin sebesar 47,08 persen lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 42,78 persen dan Operating Profit Margin yang naik menjadi 29,49 persen. Diikuti oleh EBITDA Margin yang juga menanjak menjadi 52,13 persen,” jelasnya.

Artikel Terkait

Back to top button