CSR

Serahkan Bantuan APD ke Surabaya, Dirkeu Dahana Justru Bertemu Mantan Guru

Jakarta, Bumntrack.co.id – Peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Jawa Timur kian meningkat, khususnya Kota Surabaya. Peningkatan kasus positif Covid-19 menyebabkan kebutuhan akan Alat Perlindungan Diri (APD) meninggi. Dalam menangani satu kasus saja, setidaknya dibutuhkan 35 APD oleh pihak medis sejak pasien masuk hingga dinyatakan sembuh, sementara untuk Hazmat, Klinik Paru RSUD Dr Sutomo Surabaya membutuhkan setidaknya 300 Hazmat per hari.

Dalam rangka meringankan penanganan Covid-19, Dahana membawa bantuan APD ke Surabaya, tepatnya ke Klinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sutomo Surabaya yang menjadi salah satu RS rujukan Covid-19. Asmorohadi membawa APD yang dibelanjakan melalui Tunjangan Hari Raya jajaran Direksi dan Dewan Komisaris DAHANA.

“Bantuan dari DAHANA ini semoga dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di Surabaya khususnya untuk Klinik Paru RSUD Dr Sutomo Surabaya,” kata Direktur Keuangan dan SDM PT Dahana (Persero), Asmorohadi di Jakarta, Senin (6/7).

Bantuan APD dari perusahaan yang bergerak di industri bahan peledak ini diterima oleh dr. Helmia Hasan dan dr. Daryanto dari pihak RSUD Dr Sutomo Surabaya. Pihak Dokter menyampaikan rasa terimakasihnya kepada DAHANA, karena bantuan APD ini sangat dibutuhkan oleh pihak Rumah Sakit dalam menangani pasien Covid-19.

Pada proses serah terima, tanpa disangka-sangka, ternyata dr. Daryanto yang menemani dr. Helmia Hasan merupakan mantan seorang guru salah satu SMA di Surabaya tempat Asmorohadi dulu bersekolah. Alhasil terjadilah perbincangan hangat antara guru dan murid yang sudah sekian lama tidak berjumpa.

Selain ke RSUD Dr Sutomo Surabaya, PT DAHANA (Persero) telah memberikan bantuan baik berupa APD, sembako, fasilitas penunjang penanganan corona, di beberapa lokasi di Subang, Jakarta, dan wilayah lain dimana perusahaan bahan peledak ini beroperasi. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian jajaran direksi dan dewan komisaris dalam mempercepat penanganan Covid-19.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close