BERITA

Subsidi Salah Sasaran, Kuota Solar Membengkak

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan penyaluran Bahan Bakan Minyak (BBM) jenis solar bulan Juli sudah melebihi 50 persen dari kuota bulanan yang ditetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019. Kelebihan kuota tersebut merupakan akibat dari penyaluran yang tidak tepat sasaran.

“Jenis BBM Tertentu (JBT) Jenis Minyak Solar diprediksi akan over kuota. Kami memprediksi akan terjadi over kuota dari 14,5 juta Kilo Liter (KL) untuk solar, artinya over kuota sebesar 0,8 juta KL hingga 1,3 juta KL. Kami sudah sepakat melalui sidang komite BPH Migas untuk melaksanakan pengendalian ini,” kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M Fanshurullah Asa di Jakarta, Rabu (21/8).

Konsumsi solar yang membengkak tersebut karena ada penggunaan BBM tidak tepat sasaran di sektor usaha, terutama pertambangan. Padahal BPH Migas telah melarang menggunakan JBT Jenis Minyak Solar bagi kendaraan bermotor untuk pengangkutan hasil perkebunan, kehutanan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam buah dalam kondisi bermuatan ataupun tidak bermuatan.

Dari data yang disampaikan, ada sepuluh wilayah yang diduga terjadi over kuota solar yakni Provinsi Kalimantan Timur, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Bangka Belitung. Over Kuota BBM jenis Solar di Kaltim mencapai 124,6 persen, Kepulauan Riau 119,9 persen, Lampung 113 persen, Riau 111 persen, lalu Sulawesi Tenggara 109,4 persen, Sulawesi Barat 109,2 persen, Sumatera Barat 108,8 persen, Sulawesi Selatan 108,8 persen, Jawa Timur 108,7 persen dan Bangka Belitung 108,3 persen.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close